. "Cirebon Site"
Unduh Adobe Flash player

Selasa, 29 Januari 2013

Arak - arakan (Kirab Budaya) Muludan Gegesik 2013

Gruda ( Kombinasi Naga & Garuda) sebagai icon muludan Gegesik

Karanaval dan kirab budaya tahunan yang dilaksanakan pada hari selasa 29-januari 2013 pukul 13.00 ini berlangsung meriah meskipun sempat diwarnai kekisruhan antar oknum pemuda desa. acara ini di laksanakan untuk memperingati maulid nabi (muludan) . dari tahun ke tahun acara ini tetap meriah dan di padati oleh ribuan masyarakat yang berasal dari wilayah 3 cirebon sendiri.

Kirab budaya ini mengarak berbagai benda pusaka yang di miliki kecamatan gegesik cirebon, diantaranya yang paling terdepan yaitu GRUDA ( berasal dari NAGA dan GARUDA) Bentuk dari Gruda tersebut terlihat kuat, kokoh, gagah dan sangat religious sehingga pada dewasa ini banyak warga datang dan ikut menyaksikan acara tersebut, seperti gegesik dan sekitarnya bahkan dari kabupaten lain, seperti Indramayu, Kuningan , Majalengka dan kota Cirebon.,dan diikuti oleh seluruh jajaran muspika kecamatan gegesik dari mulai perangkat Desa dan Kuwu,Camat gegesik, Kapolsek, serta di ikuti pula oleh peserta karnaval yang berasal dari masyarakat 5 desa di kecamatan gegesik - cirebon sendiri. masing masing desa membuat berbagai bentuk kreasi seni,dan yang lebih penting lagi dan intinya yaitu Sunatan massal dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, dan karnaval tersebut bertujuan untuk menghibur peserta Sunatan massal dan melestarikan budaya daerah agar tidak punah.
Kreasi seni yang dibuat oleh pemuda desa untuk memperiahkan mududan gegesik 2013

Minggu, 27 Januari 2013

Gegesik Siap Gelar Kirab Budaya Muludan 2013

Pemerintah Kecamatan Gegesik, Cirebon mengaku siap akan menggelar karnaval dan kirab budaya yang digelar tiap tahun ini, kirab budaya muludan ini insya Allah akan dilaksanakan pada hari Selasa esok tanggal 29 Januari 2013 tepatnya setelah waktu dzuhur atau sekitar pukul 13.00 s/d selesai.

Kirab Budaya ini kan dihadiri oleh ribuan masyarakat dari berbagai daerah baik masyarakat kecamatan Gegesik sendiri maupun kecamatan lainnya di kabupaten Cirebon maupun masyarakat lainnya se-wilayah tiga cirebon.

kirab budaya tahunan ini akan mengarak benda pusaka yang dimiliki oleh Keempat desa di wilayah kecamatan gegesik ( Panunggul, Gegesik wetan, gegesik kulon, gegesik lor dan gegesik kidul). salah satu benda pusaka yang akan di arak pada karnaval kirab dan budaya yaitu GRUDA (berasal dari kata NAGA dan GARUDA yang biasa di sebut GRUDA) yang di anggap sakral oleh masayarakat gegesik dan sekitarnya.

Tidak hanya mengarak benda pusaka yang di miliki pemerintah kecamatan gegesik, namun juga akan mengarak berbagai kreasi seni yang dibuat oleh pemuda dan warga masyarakat kecamatan gegesik sendiri.

Dan perlu diketahui: Masayarakat Gegesik bukanlah mengkultuskan suatu benda Tapi merupakan suatu simbol bahwa masyarakat gegesik hanya melestarikan kebudayaan.

Rabu, 23 Januari 2013

Muludan Gegesik 2013

Cirebon akan menggelar karnaval dan kirab budaya yang akan dihadiri oleh ribuan masyarakat dari berbagai daerah baik masyarakat kecamatan gegesik sendiri maupun kecamatan lainnya di kabupaten cirebon maupun masyarakat lainnya di wilayah tiga cirebon. Rencananya Kirab budaya ini akan di laksanakan , Hari selasa depan tepatnya tanggal 29 Januari 2013 pukul 13.00 wib.

kirab budaya ini akan mengarak benda pusaka yang dimiliki oleh Keempat desa di wilayah kecamatan gegesik ( Panunggul, Gegesik wetan, gegesik kulon, gegesik lor dan gegesik kidul). salah satu benda pusaka yang akan di arak pada karnaval kirab dan budaya yaitu GRUDA yang di anggap sakral oleh masayarakat gegesik.

Dan perlu diketahui: Masayarakat Gegesik bukanlah mengkultuskan suatu benda Tapi merupakan suatu simbol bahwa masyarakat gegesik hanya melestarikan kebudayaan.

Senin, 21 Januari 2013

Panjang Jimat Muludan Cirebon


Cirebon dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran Islam di Jawa Barat. Dalam menyambut Maulid Nabi, Cirebon mempunyai acara yang khusus dan sakral bernama Muludan. Puncak perayaan yang diagungkan oleh masyarakat Cirebon tersebut adalah Panjang Jimat. Tahun ini perayaan sakral tersebut akan dilaksanakan tanggal 24 januari 2013 tepatnya hari kamis besok.

Panjang Jimat merupakan salah satu acara yang terbesar di Cirebon dalam merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang disebut Muludan. Prosesi Muludan di Cirebon diawali dengan perhelatan pasar malam yang meriah di alun-alun Kraton Kasepuhan, yang bersisian dengan Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Perayaan ini tidak hanya akan dihadiri oleh masyarakat Cirebon, tapi juga dari Bandung, Banten dan Jakarta, bahkan wisatawan asing.

Panjang Jimat yang akan menjadi puncak acara, adalah tradisi yang sudah berlangsung selama ratusan tahun dan masih dipertahankan sampai sekarang. Acara Panjang Jimat dilakukan di tiga keraton, yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, dan Keraton Kacirebonan, serta di makam Sunan Gunung jati. Sebelum perayaan berlangsung, berhari-hari sebelumnya pihak dari keraton sudah sibuk membersihkan dan menyiapkan beberapa sajian.

Acara Panjang Jimat adalah perayaaan yang besar dan sakral. Panjang Jimat mengajak setiap umat Islam untuk terus mengingat dan mengerjakan ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW. Dalam acara ini, Anda akan melihat iring-iringan dari benda-benda pusaka di dalam tiap Keraton yang menjadi simbol dan peninggalan-peninggalan saat masa penyebaran agama Islam di Cirebon. Panjang Jimat mengandung unsur adat, budaya dan kandungan-kandungan dari agama Islam.

Panjang Jimat memiliki arti, yaitu panjang atau waktu yang lama dan jimat yaitu 'siji di rumat' yang mempunyai arti dua kalimat syahadat yang secara terus-menurus dipelihara dan diamalkan. Dalam acara Panjang Jimat, juga diadakan bacaan-bacaan shalawat yang memuji dan mendoakan Nabi Muhammad SAW. Serta ada ceramah tentang kisah-kisah Nabi Muhammad SAW yang patut dicontoh dan diteladani.

Kamis, 03 Januari 2013

Koleksi foto Lukisan Kaca karya Bpk. Rastika _ Cirebon

   Bapak Rastika adalah seorang pelukis dari Desa Gegesik Kulon, Kecamatan Gegesik, Cirebon. karya-karya sang pelukis, kini bisa dilihat di Museum Wayang, Jakarta. bahkan karyanya mengisi di Museum Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah.
   kali ini Saya akan memposting Sedikit dari karya-karya beliau yang memiliki bandrol yang tingggi, berikut diantaranya:

1. Gugurnya Resi Bima


Lukisan ini menggambarkan Resi Bisma yang gugur di medan pertempuran dengan tubuh penuh anak panah pada saat perang bharatayuda jaya lemggeran antara Pandawa dan Kurawa.

2.  Sekelompok kera dan beberapa tokoh pewayangan

Lukisan ini mungkin meggambarkan beberapa ekor kera yang ingin melawan beberapa karakter pewayangan yang memiliki watak yang jahat dan ingin merebut merebut mahkotanya.
3. Arjuna Bertapa
Lukisan ini menggambarkan sesosok Arjuna yang sedang bertapa/ semedi di gua Minturaga yang ada dikawasan gunung Indrakila. 
4.
5.

6.
 Lukisan ini menggambarkan tokoh pewayangan yakni Pandawa lima ( Arjuna, Bima, Nakula, sadewa dan Yudistira) bersama Ibunya (Dewi Kunti)  yang sedang beristirahat di taman Pelawangan. 


Selasa, 25 Desember 2012

Sejarah Singkat Tari Topeng Cirebon

      Pada masa Cirebon menjadi pusat penyebaran agama Islam, Sultan Cirebon; Syekh Syarif Hidayatulah yang juga seorang anggota Dewan Wali Sanga yang bergelar Sunan Gunung Jati, bekerja sama dengan Sunan Kalijaga memfungsikan Tari Topeng dan 6 (enam) jenis kesenian lainnya sebagai bagian dari upaya penyebaran agama Islam dan sebagai tontonan di lingkungan Keraton. Adapun Keenam kesenian tersebut adalah Wayang Kulit, Gamelan Renteng, Brai, Angklung, Reog dan Berokan. Jauh sebelum Tari Topeng masuk ke Cirebon, Tari Topeng tumbuh dan berkembang sejak abad 10 –11 M. Pada masa pemerintahan Raja Jenggala di Jawa Timur yaitu Prabu Panji Dewa. Melalui seniman jalanan (pengamen) Seni Tari Topeng masuk ke Cirebon dan kemudian mengalami perpaduan dengan kesenian rakyat setempat.

     Jenis-jenis Tari Topeng Cirebon yaitu sbb:
  1. Panji Menggambarkan kesucian manusia yang baru lahir. Gerakannya halus dan lembut. Tidak seluruh tubuh digerakan. 
  2. Samba atau Pamindo Melambangkan kelincahan manusia dimasa kanak-kanak. Sikapnya lincah dan lucu tetapi juga luwes. 
  3. Rumyang Menggambarkan kehidupan seorang remaja pada masa akil baligh. 
  4. Tumenggung atau Patih Menggambarkan manusia yang sudah menginjak dewasa dan telah menemukan jati dirinya. Sikapnya tegas, berkepribadian, bertanggung jawab dan memiliki jiwa korsa yang Paripurna. 
  5. Kelana atau Rahwana Melambangkan sifat angkara murka yang terdapat dalam manusia.

Kamis, 06 Desember 2012

Gelar Budaya Keraton Cirebon



Pemerintah telah memilih Kesultanan Keraton Cirebon untuk menggelar gelar budaya Keraton. Acara budaya tersebut bertujuan untuk pelestarian kebudayaan. Acara ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 5 Desember Kemarin yang dipusatkan di Keraton Kesepuhan. acara ini di hadiri oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Sekjen Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ukus Kuswara, Direktur Seni Pertunjukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Juju Masunah. Selain dihadiri pejabat negara, hadir pula kalangan pengusaha, perhotelan, restoran, travel, penggiat kesenian, hingga pelajar. Kegiatan gelar budaya oleh empat keraton Cirebon itu menghadirkan pameran produk unggulan Cirebon, seperti berbagai kesenian, tari-tarian. acara ini juga memeainkan gamelan tua yang berumur ratusan tahun warisan dari sunan gunung jati. gamelan ini konon pemberian dari kerajaan mataram yang samapai saat ini masih di mainkan. Tarian Cirebon yang ditampilkan dalam acara ini yakni, tari topeng Panji dan Kelana dari sanggar Selangit, topeng beling, tari Jinggananom dan tari Kipas dari SMK Pakungwati serta gamelan renteng. Di penghujung acara, pertunjukan wayang kulit akan dimaikan semalam suntuk dengan dalang Ki Kardama Surya Nata Prawa, dari Keraton Kasepuhan Selain itu, sekitar 20 jenis pameran kreatif unggulan Cirebon juga ditampilkan, seperti batik, lukisan kaca, kerajinan kerang, mebeler, hingga kuliner.

Visit CIREBON