. Grebeg Syawal Keraton Cirebon Di Makam Sunan Gunung Jati Cirebon ( Syawalan ) ~ "Cirebon Site"

Jumat, 09 September 2011

Grebeg Syawal Keraton Cirebon Di Makam Sunan Gunung Jati Cirebon ( Syawalan )


Upacara tahlilan/selamatan Sultan Cirebon dan para kerabatnya dengan berpakaian adat kebesaran berkunjung ke makam Gunung Jati Desa Astana (6 Km dari Kota Cirebon), dalam acara ini juga banyak berdatangan para peziarah dari masyarakat Cirebon dan sekitarnya termasuk juga dari berbagai daerah di Pulau Jawa , bahkan luar Jawa.

Acara Grebeg Syawal yang merupakan tanda selesainya puasa sunnah selama satu minggu setelah perayaan Idul Fitri 1432 H, dilaksanakan pada Rabu pagi, 7 September 2011 di Makam Gunung Jati Cirebon.

Grebeg syawal merupakan adat masyarakat Cirebon dan sekitarnya yang diadakan setiap tahunsetiap tahun, tepatnya tujuh hari setelah hari raya Idul Fitri. Dalam acara ini pihak Keraton Cirebon mengadakan ziarah ke makam Sunan Gunung jati serta keluarga keraton yang dikebumikan di makam Gunung Jati.

Pada kesempatan tersebut hadir Elang Arif beserta keluarga Keraton Kesepuhan, masyarakat Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kuningan, Majalengka dan Indramayu serta aparat pemerintah Kecamatan Gunung Jati dan Kabupaten Cirebon.

Menurut salah satu pengunjung, Amira, dari Desa Sambeng Kecamatan Gunung Jati, adat syawalan merupakan adat yang telah dilaksanakan oleh warga Cirebon untuk mengingatkan kita serta sebagai pertanda selesainya melaksanakan puasa sunnah satu minggu setelah lebaran Idul Fitri.

Yusuf, salah satu petugas penjaga astana Gunung Jati (pamong budaya) mengungkapkan acara syawalan dilaksanakan setiap tahun tepatnya satu minggu setelah lebaran Idul Fitri, dengan acara khusus ziarah kubur keluarga keraton yang ada di Cirebon untuk berdoa kepada Allah SWT agar para penyebar agama Islam serta keluarga yang dikebumikan mendapat ampunan dari Allah SWT serta yang mendoakan agar diberikan keberkahan oleh Allah SWT.

Namun kadang kala acara yang sakral ini dibesar-besarkan oleh berbagai kalangan yang datang, sehingga unsur religi yang ada di pokok acara seolah-olah tidak nampak. Yang terlihat oleh umum hanya segi hura-huranya seperti pedagang yang menjajakan dagangannya serta lainnya.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan tabur bunga di pusara keluarga Keraton baik dari Kesepuhan, Kanoman, Keprabonan dan Kecirebonan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Visit CIREBON

Feedjit Visitor