. "Cirebon Site": documenter
Unduh Adobe Flash player
Tampilkan postingan dengan label documenter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label documenter. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Januari 2013

Arak - arakan (Kirab Budaya) Muludan Gegesik 2013

Gruda ( Kombinasi Naga & Garuda) sebagai icon muludan Gegesik

Karanaval dan kirab budaya tahunan yang dilaksanakan pada hari selasa 29-januari 2013 pukul 13.00 ini berlangsung meriah meskipun sempat diwarnai kekisruhan antar oknum pemuda desa. acara ini di laksanakan untuk memperingati maulid nabi (muludan) . dari tahun ke tahun acara ini tetap meriah dan di padati oleh ribuan masyarakat yang berasal dari wilayah 3 cirebon sendiri.

Kirab budaya ini mengarak berbagai benda pusaka yang di miliki kecamatan gegesik cirebon, diantaranya yang paling terdepan yaitu GRUDA ( berasal dari NAGA dan GARUDA) Bentuk dari Gruda tersebut terlihat kuat, kokoh, gagah dan sangat religious sehingga pada dewasa ini banyak warga datang dan ikut menyaksikan acara tersebut, seperti gegesik dan sekitarnya bahkan dari kabupaten lain, seperti Indramayu, Kuningan , Majalengka dan kota Cirebon.,dan diikuti oleh seluruh jajaran muspika kecamatan gegesik dari mulai perangkat Desa dan Kuwu,Camat gegesik, Kapolsek, serta di ikuti pula oleh peserta karnaval yang berasal dari masyarakat 5 desa di kecamatan gegesik - cirebon sendiri. masing masing desa membuat berbagai bentuk kreasi seni,dan yang lebih penting lagi dan intinya yaitu Sunatan massal dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, dan karnaval tersebut bertujuan untuk menghibur peserta Sunatan massal dan melestarikan budaya daerah agar tidak punah.
Kreasi seni yang dibuat oleh pemuda desa untuk memperiahkan mududan gegesik 2013

Minggu, 27 Januari 2013

Gegesik Siap Gelar Kirab Budaya Muludan 2013

Pemerintah Kecamatan Gegesik, Cirebon mengaku siap akan menggelar karnaval dan kirab budaya yang digelar tiap tahun ini, kirab budaya muludan ini insya Allah akan dilaksanakan pada hari Selasa esok tanggal 29 Januari 2013 tepatnya setelah waktu dzuhur atau sekitar pukul 13.00 s/d selesai.

Kirab Budaya ini kan dihadiri oleh ribuan masyarakat dari berbagai daerah baik masyarakat kecamatan Gegesik sendiri maupun kecamatan lainnya di kabupaten Cirebon maupun masyarakat lainnya se-wilayah tiga cirebon.

kirab budaya tahunan ini akan mengarak benda pusaka yang dimiliki oleh Keempat desa di wilayah kecamatan gegesik ( Panunggul, Gegesik wetan, gegesik kulon, gegesik lor dan gegesik kidul). salah satu benda pusaka yang akan di arak pada karnaval kirab dan budaya yaitu GRUDA (berasal dari kata NAGA dan GARUDA yang biasa di sebut GRUDA) yang di anggap sakral oleh masayarakat gegesik dan sekitarnya.

Tidak hanya mengarak benda pusaka yang di miliki pemerintah kecamatan gegesik, namun juga akan mengarak berbagai kreasi seni yang dibuat oleh pemuda dan warga masyarakat kecamatan gegesik sendiri.

Dan perlu diketahui: Masayarakat Gegesik bukanlah mengkultuskan suatu benda Tapi merupakan suatu simbol bahwa masyarakat gegesik hanya melestarikan kebudayaan.

Rabu, 23 Januari 2013

Muludan Gegesik 2013

Cirebon akan menggelar karnaval dan kirab budaya yang akan dihadiri oleh ribuan masyarakat dari berbagai daerah baik masyarakat kecamatan gegesik sendiri maupun kecamatan lainnya di kabupaten cirebon maupun masyarakat lainnya di wilayah tiga cirebon. Rencananya Kirab budaya ini akan di laksanakan , Hari selasa depan tepatnya tanggal 29 Januari 2013 pukul 13.00 wib.

kirab budaya ini akan mengarak benda pusaka yang dimiliki oleh Keempat desa di wilayah kecamatan gegesik ( Panunggul, Gegesik wetan, gegesik kulon, gegesik lor dan gegesik kidul). salah satu benda pusaka yang akan di arak pada karnaval kirab dan budaya yaitu GRUDA yang di anggap sakral oleh masayarakat gegesik.

Dan perlu diketahui: Masayarakat Gegesik bukanlah mengkultuskan suatu benda Tapi merupakan suatu simbol bahwa masyarakat gegesik hanya melestarikan kebudayaan.

Senin, 21 Januari 2013

Panjang Jimat Muludan Cirebon


Cirebon dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran Islam di Jawa Barat. Dalam menyambut Maulid Nabi, Cirebon mempunyai acara yang khusus dan sakral bernama Muludan. Puncak perayaan yang diagungkan oleh masyarakat Cirebon tersebut adalah Panjang Jimat. Tahun ini perayaan sakral tersebut akan dilaksanakan tanggal 24 januari 2013 tepatnya hari kamis besok.

Panjang Jimat merupakan salah satu acara yang terbesar di Cirebon dalam merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang disebut Muludan. Prosesi Muludan di Cirebon diawali dengan perhelatan pasar malam yang meriah di alun-alun Kraton Kasepuhan, yang bersisian dengan Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Perayaan ini tidak hanya akan dihadiri oleh masyarakat Cirebon, tapi juga dari Bandung, Banten dan Jakarta, bahkan wisatawan asing.

Panjang Jimat yang akan menjadi puncak acara, adalah tradisi yang sudah berlangsung selama ratusan tahun dan masih dipertahankan sampai sekarang. Acara Panjang Jimat dilakukan di tiga keraton, yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, dan Keraton Kacirebonan, serta di makam Sunan Gunung jati. Sebelum perayaan berlangsung, berhari-hari sebelumnya pihak dari keraton sudah sibuk membersihkan dan menyiapkan beberapa sajian.

Acara Panjang Jimat adalah perayaaan yang besar dan sakral. Panjang Jimat mengajak setiap umat Islam untuk terus mengingat dan mengerjakan ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW. Dalam acara ini, Anda akan melihat iring-iringan dari benda-benda pusaka di dalam tiap Keraton yang menjadi simbol dan peninggalan-peninggalan saat masa penyebaran agama Islam di Cirebon. Panjang Jimat mengandung unsur adat, budaya dan kandungan-kandungan dari agama Islam.

Panjang Jimat memiliki arti, yaitu panjang atau waktu yang lama dan jimat yaitu 'siji di rumat' yang mempunyai arti dua kalimat syahadat yang secara terus-menurus dipelihara dan diamalkan. Dalam acara Panjang Jimat, juga diadakan bacaan-bacaan shalawat yang memuji dan mendoakan Nabi Muhammad SAW. Serta ada ceramah tentang kisah-kisah Nabi Muhammad SAW yang patut dicontoh dan diteladani.

Kamis, 03 Januari 2013

Koleksi foto Lukisan Kaca karya Bpk. Rastika _ Cirebon

   Bapak Rastika adalah seorang pelukis dari Desa Gegesik Kulon, Kecamatan Gegesik, Cirebon. karya-karya sang pelukis, kini bisa dilihat di Museum Wayang, Jakarta. bahkan karyanya mengisi di Museum Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah.
   kali ini Saya akan memposting Sedikit dari karya-karya beliau yang memiliki bandrol yang tingggi, berikut diantaranya:

1. Gugurnya Resi Bima


Lukisan ini menggambarkan Resi Bisma yang gugur di medan pertempuran dengan tubuh penuh anak panah pada saat perang bharatayuda jaya lemggeran antara Pandawa dan Kurawa.

2.  Sekelompok kera dan beberapa tokoh pewayangan

Lukisan ini mungkin meggambarkan beberapa ekor kera yang ingin melawan beberapa karakter pewayangan yang memiliki watak yang jahat dan ingin merebut merebut mahkotanya.
3. Arjuna Bertapa
Lukisan ini menggambarkan sesosok Arjuna yang sedang bertapa/ semedi di gua Minturaga yang ada dikawasan gunung Indrakila. 
4.
5.

6.
 Lukisan ini menggambarkan tokoh pewayangan yakni Pandawa lima ( Arjuna, Bima, Nakula, sadewa dan Yudistira) bersama Ibunya (Dewi Kunti)  yang sedang beristirahat di taman Pelawangan. 


Selasa, 14 Agustus 2012

Belawa (taman kura - kura Cirebon) dan Sejarahnya

Lokasi wisata ini berjarak kira-kira 25 km dari kota Sumber ke arah timur. Obyek wisata ini memiliki daya tarik dari kura-kura yang mempunyai ciri khusus di punggung dengan nama latin ” Aquatic Tortose Ortilia norneensis.”
Menyimpan legenda menarik tentang keberadaannya di desa belawa kecamatan sedong,. Menurut penelitian merupakan spesies kura-kura yang langka dan patut di lindungi keberadaannya. Obyek wisata ini di rencanakan untuk di kembangkan menjadi kawasan yang lebih lengkap Taman kura-kura ( Turle park ) atau taman reptilia.Sektor suasta dapat bekerjasama dengan pemerinta kabupaten untuk pengelolaan taman kura-kura tersebut.

Adanya kura-kura yang bertempurung khas ini juga menumbuhkan cerita rakyat setempat dan menimbulkan dongengan-dongengan yang turun temurun agar generasi penerus bisa memahami dan menghargai hal hal yang merupakan peninggalan sejarah yang tidak baik kalau kita abaikan begitu saja.
Peninggalan leluhur kita patut kita hargai dan hormati agar kekayaan peninggalan itu tetap lestari sampai akhir zaman
Dan cerita mitos ini salah satunya adalah kura-kura yang ada di Desa Belawa. SEJARAHnya bermula dari zaman dahulu ada seorang pemuda yang bernama “Jaka Saliwah” Jaka berarti lelaki/ Pemuda sedangkan Saliwah berarti tidak sama (tidak satu warna ).
Wajah Jaka Saliwah terdiri dari warna putih dan hitam sebelah berwarna putih dan sebelahnya lagi berwarna hitam.
Allah telah mentakdirkan semenjak lahir Jaka berwajah dua rupa.
Betapa sedih dan pilu orang tuanya menerima kenyataan ini, namun Tuhan telah menghendakinya orang tua Jaka hanya bias berdo’a mudah-mudahan diberi ketabahan, kesabaran dan keimanan.
Juga do’a untuk bayinya mudah-mudahan menjadi anak yang sholeh berbakti kepada orang tua,berguna untuk nusa dan bangsa Iman dan Takwa kepada yang Kuasa.
Jaka Saliwah tergolong anak yang cerdas semenjak kecil ia sudah di didik ilmu agama giat bekerja dan menjadi suri tauladan teman-teman sebayanya.
Ketidak samaan warna muka tidak menjadi penghalang dan renda diri tetapi Jaka Saliwah selalu ceria..
Usia makin dewasa mulailah Jaka Saliwah merassa rendah diri apalagi kalau ada teman sebayanya memperolok-olok, kata cemoohandan kadang mereka diluar batas kesopanan.
Lama-lama ia merasa didsisihkan, dia menjadi anak yang murung . Ia sering menyendiri di dalam kamar. Wajah yang semula cerria kini mulai selalu murung/
Enggang bergaul dengan teman-temanya . Ia jarang keluar rumah lebih baik mengurung diri, itulah pekerjaan Jaka Saliwah saat itu.
Kedua orang tuanya selalu membesarkan hati sang anak,namun Jaka saliwah selalu membisu seribu basa. Tak pernah memberi jawaban apa yang ia pikirkan
Kedua orang tua selalu kebingungan ihtiar apa yang harus dilakukan, mereka mencari orang yang mengerti dan bisa menunjukan kemana mereka harus meneima saran dan pendapat.
Akhirnya ada seorang yang mengatakan coba-coba kesana ada seorang yang dianggap sakti dan memiliki ilmu yang tinggi.
Beliau berada di Cidayeuh/ Cikuya sekarang di sana ada orang yang dianggap pemuka agama dan mempunyai banyak santri, beliau bernama “Syeh Datuk Putih“. Syeh Datuk Putih mengajarkan agama islam walaupun waktu itu hanya sebagian kecil saja, sebab penduduk Desa Belawa waktu itu telah memeluk suatu kepercayaan ke pohon yang besar , ke batu-batu dan sebagainya atau penganut Animisme.
Sedikit demi sedikit Syeh datuk Putih berhasil menanamkan ajaran-ajaran Islam. Dengan mengucapkan Dua kalimat Syahadat.
Jaka Saliwah akhirnya atas keinginan sendiri dan nasihat orang tuanya ia berangkat dari rumahnya diiringi dengan do’a kedua orang tuanya.
Jalan yang ditempuh tidaklah mudah tebing yang terjal dan mendakki tidaklah jadi penghalang Jaka Saliwah.
Walau kakinya sudah terlalu lelah badannya sudah terlalu payah, tapi kalau dengan keteguhan hati , ia terus berjalan dan terus berjalan. Akhirnya sampailah di tempat tujuan di Desa Belawa.

Langkah yang sudah lemah bersemangat kembali setelah kakinya mulai melangkah ke tempat di mana Syeh datuk Putih berada. Jaka Saliwah memasuki lokasi perguruan dan ia langsung memberi salam : "Assalamualaikum Wr. Wb"
Waalaikum salam jawab para santri dan Syeh datuk Putih. Silahkan masuk anaku. Ucap Syeh Datuk putih Jaka Saliwah masuk dan langsung berjabatan tangan pertama kepada Syeh Datuk Putih selanjutnya ke para santri yang ada di sana.
Jaka Saliwah agak juga ada rendah diri tatkala para santri menatap muikanya yanga ada kelainan itunamun ia berusaha tabah dan percaya diri.Subhan Allah mudah-mudahan saya diberi ketabahan.
Mudah-mudahan Allah akan memberikan Hidayahnya kepada hambanya yang begini keadaanya.
Syeh Datuk putih memakluminya Jaka Saliwah yang baru hadir ini pun disana tapi ia belajar mengaji disini.
Jaka Saliwah menceritakan masalah dirinya dari awal sampai akhir, upaya yang sudah dilakukan orang tuanya kesana kemari untuk menyembuhkan wajahnya yang dua rupa (warna) selalu mendapat kegagalan.
Mohon dengan hormat kepada guru / Syeh Datuk Putih bisa menyembuhkanya . Wajahku sama dengan yang lain.
Syeh Datuk Putih mendengar pernyataan Jaka Saliwah Beliau hanya mengangguk anggukan kepala.
Lama-lama beliau bersabda : “Jaka Saliwah itu sudah suratan takdir Illahi kita hanya bisa terima dengan keikhlasan namun Allah Maha Kuasa Allah Maha Pengasih dan Penyayang“.
Allah akan memberikan/ mengabulkan Do’a kita andaikan tak henti-hentinya kita memohon dan berdo’a.
Allah akan memberikan muzi’zat kalau Allah menghendakinya. Maka dari itu Jaka Saliwah rajinlah engkau membaca Ayat Suci Alqur’an, shalat malam,berzikir dan berpuasa mudah-mudahan do’amu akan terkabul dan mulai sekarang engaku harus memulainya.
Tuh disana diatas pelataran batu / wadas yang rata dekat sumur kecil dipinggir kolam.
Jalan kan perintah ini baik-baik dan diiringi rassa ikhlas berserah diri kepada Illahi.
Juga Bapak selaku pembina di sini akan ikut membantu agar keinginanmu terkabul.Amiiin.


Jaka Saliwah selalu menurut atas perintah Syeh Datuk Putih rajin Sholat Fardu juga sholat sunnah, baca Alqur’an dan berzkir.
Berhai-hari, berminggu-minggu dan dari bulan ke bulan dilakoninya. Namun perubahan kulit mukanya belum ada tanda-tanda perubahan.
Ia selalu menatap wajahnya di atas permukaan air sumur dekat batu temapat ia berzikir belum membuahkan hasil.
Hampir Jaka Saliwah putus asa lebih baik aku “mati“ dari pada seumur hidup jadi tontonan orang, jadi cemoohan anak-anak dan tak terasa air matanya membasahi pipi.
Ya Allah apa yang harus dilakukan ya Allah
Hanya Engkaulah yang yang aka memberikan hidayah kepada hambanya.
Ya Allah sembuhkanlah saya ! Ya Allah sembuhkanlah saya. Ya Allah mulutnya komat-kamit menahan sedih.
Dia duduk bersimpuh berdo’a dan berdo’a
Dia pasrah diri linangan air mata terus membasahi kedua belah pipinya
Dan dengan air mata yang berlinang-linang ia raih kiab suci Alqur’an yang ada di depan lutunya. Pendek kata timbulah rasa gundah gulana dan rasa marah dan kesal yang semula kitab suci yang jadi panuan menjadi benda yang sangat di benci karena kecewa keiinginnya tidak terkabulkan. Jaka saliwah tidak sadar lembaran ayat suci Alqur’an ia sobek-sobek menjadi puluhan ratusan sobekan dan ia remas-remas dan dengan hati yang jengkel ia lemparkan ke kolam yang jernih airnya.
Sobekan kertas ayat suci Alqur’an bagai perahu yang sedang berlayar di lautan di tiup angin sumilir bagai perahu kecil melaju ke timur, barat ke utara dan seterusnya.
Jaka Saliwah menangis meratapi dirinya dan dia menutup mukanya dengan kedua belah tangannya.
Berilah saya muzizat ya Allah hanya kepadamulah aku memohon.
Dan apa yang terjadi dia bangun melangkahkan kakinya untuk pulang ke desanya, tetapi ia merasa aneh kertas yang tadi terapung dipermukaan air kolam tidak ada satu pun dan yang dia lihat di atas air berpuluh-puluh hewan-hewan kecil berenang suka ria kesana kemari.

Jaka Saliwah merasa takjub oh mungkin hewan ini berasal dari sobekan kertas dari lembaran Qur,an yang saya lemparkan tadi. Kalau begitu hewan-hewan yang kecil-kecil ini di beri nama “Kura-kura , sebab Allah telah menciptakan dari sobekan Qur’an.
Jaka Saliwah lalu berdiri dan dia melihat wajahnya di permukaan air, ia merasa kaget. Alhamdulillah ya Allah mukaku tidak dua warna lagi , mukaku sekarang seperti temen-teman yang lain.
Langsung Jaka Saliwah sujud syukur Ya Allah“ Kauniamu“ begitu besar Alhamdulillah segala do’a ku telah terkabul.
Itulah akhir dari riwayat Cikuy. 

Rabu, 04 April 2012

warga cirebon menanti kedatangan OVJ


Setelah roadshow ke Kota Solo, rombongan Opera Van Java akan menghibur masyarakat kota Cirebon dengan tajuk Opera Van Java... Cirebon Jeh!.

Parto, Sule, Andre, Nunung dan Aziz Gagap akan mengunjungi pemirsa setia TRANS7 di 'Kota Udang' tersebut Sabtu (7/4/2012) dalam gelaran Opera Van Java Roadshow 2012 di Stadion Bima, Cirebon.

Penggemar setia OVJ yang telah memenangkan kuis dapat lebih dekat berinteraksi dengan idolanya di Meet and Greet OVJ pada tanggal 6 April 2012.

Tak hanya itu, pawai keliling kota Cirebon pun akan dilakukan rombongan OVJ Roadshow keesokan harinya (7/4) mulai pukul 09.00 WIB dengan melewati jalur-jalur utama kota Cirebon, seperti Jl. Dr. Wahidin - Jl. Slamet Riyadi - Jl. Siliwangi - Jl. Kartini - Jl. Cipto Mangunkusumo - Jl. Pemuda - Jl. Brig. Jend Darsono dan berakhir di Stadion Bima.

"Setelah pawai, para punggawa OVJ akan melakukan aksi puncaknya pada show OVJ yang bertempat di stadion Bima Cirebon pada pukul 13.30 WIB dan pada pukul 19.45 WIB yang akan disiarkan langsung oleh TRANS7," ungkap Moch. Taufiq Septian, Marketing Public Relations Department dalam keterangannya kepada Tribunnews, Rabu (4/4/2012).

Selain lakon utama OVJ, kemeriahan juga akan tercipta dari para bintang tamu dan pengisi acara, antara lain Dicky Chandra, Asri Welas, Rico Ceper, Mesty Hanita dan Nick (peserta Asing Star).

"Pertunjukan pertama (tapping) show OVJ nanti akan bercerita tentang asal mula terasi, dimana seorang raja yang tergila-gila pada ramuan rebon tumbuk buatan seorang pangeran sederhana," ungkap Toufiq.

Sang Raja ingin memiliki ramuan rebon tersebut yang nantinya disebut terasi. Sedangkan pertunjukkan kedua (live), akan bercerita tentang kisah Raden Tarulintang yang ikut sayembara untuk menyelamatkan putri raja yang diculik oleh raksasa.

Opera Van Java, salah satu program komedi unggulan TRANS7 akan menginjak usianya yang keempat, setelah tayangan perdananya di tanggal 12 Desember 2008.


sumber: http://www.tribunnews.com/2012/04/04/warga-cirebon-tunggu-roadshow-opera-van-java

Sabtu, 31 Maret 2012

Cara Lengkap proses pembuatan BATIK

Dari dulu hingga sekarang, proses pembuatan batik tidak banyak mengalami perubahan. Kegiatan membatik merupakan salah satu kegiatan tradisional yang terus dipertahankan agar tetap konsisten seperti bagaimana asalnya. Walaupun motif dan corak batik di masa kini sudah beraneka ragam, proses pembuatan batik pada dasarnya masih sama. Berikut ini adalah uraian lebih detailnya:

A. Perlengkapan Membatik

Perlengkapan membatik tidak banyak mengalami perubahan. Dilihat dari peralatan dan cara mengerjakannya, membatik dapat digolongkan sebagai suatu kerja yang bersifat tradisional.

1) Gawangan

blog-apa-aja.blogspot.com

Gawangan adalah perkakas untuk menyangkutkan dan membentangkan mori sewaktu dibatik. Gawangan terbuat dari kayu atau bambu. Gawangan harus dibuat sedemikian rupa hingga kuat, ringan, dan mudah dipindah-pindah.

2) Bandul

blog-apa-aja.blogspot.com

Bandul dibuat dari timah, kayu, atau batu yang dimasukkan ke dalam kantong. Fungsi pokok bandul adalah untuk menahan agar mori yang baru dibatik tidak mudah tergeser saat tertiup angin atau tertarik oleh si pembatik secara tidak sengaja.

3) Wajan

blog-apa-aja.blogspot.com

Wajan adalah perkakas utuk mencairkan malam. Wajan dibuat dari logam baja atau tanah liat. Wajan sebaiknya bertangkai supaya mudah diangkat dan diturunkan dari perapian tanpa menggunakan alat lain.

4) Kompor

blog-apa-aja.blogspot.com

Kompor adalah alat untuk membuat api. Kompor yang biasa digunakan adalah kompor berbahan bakar minyak. Namun terkadang kompor ini bisa diganti dengan kompor gas kecil, anglo yang menggunakan arang, dan lain-lain. Kompor ini berfungsi sebagai perapian dan pemanas bahan-bahan yang digunakan untuk membatik.

5) Taplak

blog-apa-aja.blogspot.com

Taplak adalah kain untuk menutup paha si pembatik agar tidak terkena tetesan malam panas sewaktu canting ditiup atau waktu membatik.

6) Saringan Malam

blog-apa-aja.blogspot.com

Saringan adalah alat untuk menyaring malam panas yang memiliki banyak kotoran. Jika malam tidak disaring, kotoran dapat mengganggu aliran malam pada ujung canting. Sedangkan bila malam disaring, kotoran dapat dibuang sehingga tidak mengganggu jalannya malam pada ujung canting sewaktu digunakan untuk membatik.

Ada bermacam-macam bentuk saringan, semakin halus semakin baik karena kotoran akan semakin banyak tertinggal. Dengan demikian, malam panas akan semakin bersih dari kotoran saat digunakan untuk membatik.

7) Canting

blog-apa-aja.blogspot.com

Canting adalah alat yang dipakai untuk memindahkan atau mengambil cairan, terbuat dari tembaga dan bambu sebagai pegangannya. Canting ini dipakai untuk menuliskan pola batik dengan cairan malam. Saat ini, canting perlahan menggunakan bahan teflon.

8) Mori

blog-apa-aja.blogspot.com

Mori adalah bahan baku batik yang terbuat dari katun. Kualitas mori bermacam-macam dan jenisnya sangat menentukan baik buruknya kain batik yang dihasilkan. Mori yang dibutuhkan disesuaikan dengan panjang pendeknya kain yang diinginkan.

Tidak ada ukuran pasti dari panjang kain mori karena biasanya kain tersebut diukur secara tradisional. Ukuran tradisional tersebut dinamakan kacu. Kacu adalah sapu tangan, biasanya berbentuk bujur sangkar.

Jadi, yang disebut sekacu adalah ukuran persegi mori, diambil dari ukuran lebar mori tersebut. Oleh karena itu, panjang sekacu dari suatu jenis mori akan berbeda dengan panjang sekacu dari mori jenis lain.

Namun di masa kini, ukuran tersebut jarang digunakan. Orang lebih mudah menggunakan ukuran meter persegi untuk menentukan panjang dan lebar kain mori. Ukuran ini sudah berlaku secara nasional dan akhirnya memudahkan konsumen saat membeli kain batik. Cara ini dapat mengurangi kesalahpahaman dan digunakan untuk menyamakan persepsi di dalam sistem perdagangan.

9) Malam (Lilin)

blog-apa-aja.blogspot.com

Malam (lilin) adalah bahan yang dipergunakan untuk membatik. Sebenarnya malam tidak habis (hilang) karena pada akhirnya malam akan diambil kembali pada proses mbabar, proses pengerjaan dari membatik sampai batikan menjadi kain. Malam yang dipergunakan untuk membatik berbeda dengan malam (lilin) biasa. Malam untuk membatik bersifat cepat diserap kain, tetapi dapat dengan mudah lepas ketika proses pelorodan.

10) Dhingklik (Tempat Duduk)

blog-apa-aja.blogspot.com

Dhingklik (tempat duduk) adalah tempat untuk duduk pembatik. Biasanya terbuat dari bambu, kayu, plastik, atau besi. Saat ini, tempat duduk dapat dengan mudah dibeli di toko-toko.

11) Pewarna Alami

blog-apa-aja.blogspot.com

Pewarna alami adalah pewarna yang digunakan untuk membatik. Pada beberapa tempat pembatikan, pewarna alami ini masih dipertahankan, terutama kalau mereka ingin mendapatkan warna-warna yang khas, yang tidak dapat diperoleh dari warna-warna buatan. Segala sesuatu yang alami memang istimewa, dan teknologi yang canggih pun tidak bisa menyamai sesuatu yang alami.

Itulah jenis perlengkapan membatik yang harus ada. Proses membatik memerlukan waktu yang cukup lama, terlebih kalau kain yang dibatik sangat luas dan coraknya cukup rumit.

B. Proses Membatik

Di masa kini, pengusaha batik juga menyediakan pendidikan batik kilat pada anak-anak sekolah dan masyarakat umum. Yang diajarkan adalah tata cara membatik dengan benar, dan biasanya menggunakan kain selebar saputangan sebagai percobaan. Dengan demikian, proses membatik itu dapat dikerjakan hanya dalam beberapa jam dan biaya yang diperlukan pun sangat kecil. Tradisi ini sangat bagus untuk memperkenalkan proses membatik kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Berikut ini adalah proses membatik yang berurutan dari awal hingga akhir. Penamaan atau penyebutan cara kerja di tiap daerah pembatikan bisa berbeda-beda, tetapi inti yang dikerjakannya adalah sama.

1) Ngemplong

blog-apa-aja.blogspot.com

Ngemplong merupakan tahap paling awal atau pendahuluan, diawali dengan mencuci kain mori. Tujuannya adalah untuk menghilangkan kanji. Kemudian dilanjutkan dengan pengeloyoran, yaitu memasukkan kain mori ke minyak jarak atau minyak kacang yang sudah ada di dalam abu merang. Kain mori dimasukkan ke dalam minyak jarak agar kain menjadi lemas, sehingga daya serap terhadap zat warna lebih tinggi.

Setelah melalui proses di atas, kain diberi kanji dan dijemur. Selanjutnya, dilakukan proses pengemplongan, yaitu kain mori dipalu untuk menghaluskan lapisan kain agar mudah dibatik.

2) Nyorek atau Memola

blog-apa-aja.blogspot.com

Nyorek atau memola adalah proses menjiplak atau membuat pola di atas kain mori dengan cara meniru pola motif yang sudah ada, atau biasa disebut dengan ngeblat. Pola biasanya dibuat di atas kertas roti terlebih dahulu, baru dijiplak sesuai pola di atas kain mori. Tahapan ini dapat dilakukan secara langsung di atas kain atau menjiplaknya dengan menggunakan pensil atau canting. Namun agar proses pewarnaan bisa berhasil dengan baik, tidak pecah, dan sempurna, maka proses batikannya perlu diulang pada sisi kain di baliknya. Proses ini disebut ganggang.

3) Mbathik

blog-apa-aja.blogspot.com

Mbathik merupakan tahap berikutnya, dengan cara menorehkan malam batik ke kain mori, dimulai dari nglowong (menggambar garis-garis di luar pola) dan isen-isen (mengisi pola dengan berbagai macam bentuk). Di dalam proses isen-isen terdapat istilah nyecek, yaitu membuat isian dalam pola yang sudah dibuat dengan cara memberi titik-titik (nitik). Ada pula istilah nruntum, yang hampir sama dengan isen-isen, tetapi lebih rumit.

4) Nembok

blog-apa-aja.blogspot.com

Nembok adalah proses menutupi bagian-bagian yang tidak boleh terkena warna dasar, dalam hal ini warna biru, dengan menggunakan malam. Bagian tersebut ditutup dengan lapisan malam yang tebal seolah-olah merupakan tembok penahan.

5) Medel

blog-apa-aja.blogspot.com

Medel adalah proses pencelupan kain yang sudah dibatik ke cairan warna secara berulang-ulang sehingga mendapatkan warna yang diinginkan.

6) Ngerok dan Mbirah

blog-apa-aja.blogspot.com

Pada proses ini, malam pada kain dikerok secara hati-hati dengan menggunakan lempengan logam, kemudian kain dibilas dengan air bersih. Setelah itu, kain diangin-anginkan.

7) Mbironi

blog-apa-aja.blogspot.com

Mbironi adalah menutupi warna biru dan isen-isen pola yang berupa cecek atau titik dengan menggunakan malam. Selain itu, ada juga proses ngrining, yaitu proses mengisi bagian yang belum diwarnai dengan motif tertentu. Biasanya, ngrining dilakukan setelah proses pewarnaan dilakukan.

8) Menyoga

blog-apa-aja.blogspot.com

Menyoga berasal dari kata soga, yaitu sejenis kayu yang digunakan untuk mendapatkan warna cokelat. Adapun caranya adalah dengan mencelupkan kain ke dalam campuran warna cokelat tersebut.

9) Nglorod

blog-apa-aja.blogspot.com

Nglorod merupakan tahapan akhir dalam proses pembuatan sehelai kain batik tulis maupun batik cap yang menggunakan perintang warna (malam). Dalam tahap ini, pembatik melepaskan seluruh malam (lilin) dengan cara memasukkan kain yang sudah cukup tua warnanya ke dalam air mendidih. Setelah diangkat, kain dibilas dengan air bersih dan kemudian diangin-arginkan hingga kering. Proses membuat batik memang cukup lama. Proses awal hingga proses akhir bisa melibatkan beberapa orang, dan penyelesaian suatu tahapan proses juga memakan waktu. Oleh karena itu, sangatlah wajar jika kain batik tulis berharga cukup tinggi.

Sumber: http://blog-apaaja.blogspot.com/2012/03/inilah-proseslengkap-dan-cara.html

Minggu, 12 Februari 2012

Koleksi foto muludan Gegesik 2012

Meskipun pada hari H muludan gegesik ini sempat di guyur hujan dan angin lebat namun tidak menyurutkan antusiasme dari ribuan orang yang datang pada karnaval tahunan ini,

pada saat kirab budaya dan karnaval maulid nabi tersebut saya sempat mengabadikan berapa jepretan foto, berikut hasil dari jepretan saya:


para abg juga ikut memeriahkan kirab budaya tahunan ini



Rabu, 08 Februari 2012

Kirab budaya Muludan Gegesik - Cirebon 2012


salah satu benda pusaka yang diarak adalah Gruda

Karanaval dan kirab budaya tahunan yang dilaksanakan pada hari Rabu(08-02-2012) pukul 14.00 di kecamatan gegesik-Cirebon dalam rangka memperingati maulid nabi muhammad SAW berlangsung hikmat, walaupun sempat diguyur hujan dan angin lebat tidak menyurutkan antusiasme masyarakat se-wilayah 3 cirebon untuk menyaksikan kirab budaya ini.


salah satu duplikat paksi nagaliman untuk peserta khitana massal

Kirab budaya ini mengarak berbagai benda pusaka yang di miliki kecamatan gegesik cirebon,diantaranya GRUDA Bentuk dari Gruda tersebut terlihat kuat, kokoh, gagah dan sangat religious sehingga pada dewasa ini banyak warga datang dan ikut menyaksikan acara tersebut, seperti gegesik dan sekitarnya bahkan dari kabupaten lain, seperti Indramayu, Kuningan , Majalengka dan kota Cirebon.,dan diikuti oleh seluruh jajaran muspika kecamatan gegesik dari mulai perangkat Desa dan Kuwu,Camat gegesik, Kapolsek, serta di ikuti pula oleh peserta karnaval yang berasal dari masyarakat 5 desa di kecamatan gegesik - cirebon sendiri. masing masing desa membuat berbagai bentuk kreasi seni,dan yang lebih penting lagi dan intinya yaitu Sunatan massal dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, dan karnaval tersebut bertujuan untuk menghibur peserta Sunatan massal dan melestarikan budaya daerah agar tidak punah.


Hasil kreasi dari masyarakat gegesik bebentuk naga hijau VS naga terbang

salah satu peserta khitaan massal

Senin, 06 Februari 2012

Peringatan Maulid Nabi, Cirebon Gelar Tradisi Panjang Jimat





Panjang Jimat yang menjadi puncak acara Maulud Nabi Muhammad adalah tradisi yang sudah berlangsung selama ratusan tahun dan masih dipertahankan sampai sekarang. Berlangsungnya acara Panjang Jimat di Keraton Kasepuhan dilaksanakan pada Hari Jum'at (5/2) kemarin sangat khidmat. Prosesi adat Panjang Jimat yang merupakan refleksi dari proses kelahiran Nabi Muhammad SAW ini mempunyai makna tersendiri. Panjang berarti panjang atau waktu yang lama dan Jimat yaitu ‘siji di rumat’ yang mempunyai arti dua kalimat syahadat yang secara terus-menerus dipelihara dan diamalkan.
Acara yang dimulai sejak pukul 19.30 ini dihadiri oleh masyarakat yang tidak hanya datang dari Cirebon, melainkan dari kota-kota lain. Bahkan, sejumlah pejabat nasional seperti Menko Kesra Agung Laksono, Ditjen NBSF Kementerian Pariwisata, Ditjen Kesbangpol Kemendagri, anggota DPR RI, deputy set wapres RI, utusan Gubernur Banten, utusan Bupati Siak Riau, serta pejabat lainnya turut hadir pada prosesi ini.
Prosesi ritual Panjang Jimat dilanjutkan dengan mengarak sesajen berupa makanan yang diletakkan dalam panjang (piring) dan pusaka Kraton oleh wargi kraton menuju Langgar Agung di Komplek Kraton Kasepuhan.
Ribuan warga turut serta menyaksikan dan berharap bisa mendapatkan barokah dengan menghadiri ritual panjang jimat tersebut.

Sabtu, 31 Desember 2011

Bapak Rastika Sang pelukis kaca dari Gegesik

Bapak rastika adalah seorang pelukis dari desa. Desa itu Gegesik Kulon, di Kecamatan Gegesik, Cirebon.
karya-karya sang pelukis, Rastika, kini bisa dilihat di Museum Wayang, Jakarta, di beberapa rumah para pengagum seni dan bahkan mengisi Museum Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah yang dibuka Presiden Soeharto. "Saya tidak sangka nasib saya akan jadi begini," ujar Rastika. Ayah dari 3 orang anak ini, yang cuma sempat menikmati pendidikan resmi sampai kelas V Sekolah Dasar, kini bagaikan si pelukis istana Basuki Abdullah. Tadinya Rastika harus mencari pembeli lukisan kacanya. Kini ia tinggal terima pesanan. Rastika 38 tahun, bukan berasal dari keluarga yang mampu. Tapi kakeknya semasa hidup terkenal sebagai seorang pengukir keris. Kepandaian sang kakek ini rupanya menurun ke Rastika. Ketika usianya sekitar 10 tahun, sehabis membantu ayahnya di sawah, Rastika mengisi masa senggang dengan melukis. Biasanya dia melukis wayang Modalnya sederhana sekali. Kertas yang bisa didapatnya di toko Cina, dipoles dengan sumba (cat pewarna untuk kue).Kalau lukisannya selesai, ditawarkannya kepada teman-teman sebayanya atau siapa saja yang senang. "Lumayan," ujarnya, "saya bisa membantu emak untuk ongkos belanja dapur." Kalau uangnya berlebih, bukan hanya kertas yang dibelinya. Tetapi karton yang kemudian digunting dan diukir menjadi sebentuk wayang. Kepandaian ini didapatnya dari Pak Sudarga, dalang di desanya yang merangkap juga jadi pembuat wayang kulit. "Dari dia juga saya belajar melukis wayang di atas kaca," ujar Rastika. Melukis di atas kaca inilah yang kemudian menjadi keahliannya. Pasar Seni Nama Rastika ditemukan oleh dosen seni grafis ITB Harijadi Suadi, diajak ikut dalam pasar seni ITB. Gambar Semar dengan dua kalimat syahadat karya Rastika pun terpampang di jajaran sekian puluh lukisan. Sejak itulah namanya mencuat. Apalagi ketika orang yang bernama Yoop Ave, "orang Istana" yang menggemari dan mempunyai koleksi kaligrafi, juga terpesona melihat Semarnya Rastika. Seniman dari kampung Gegesik Kulon ini mulai dicari orang. Lukisan kacanya hadir dalam Pekan Raya Jakarta 1978. . Ia menciptakan sebuah sanggar usaha, dengan beberapa orang murid. Sanggar yang bernama Sungging Prabangkara ini sudah punya 10 orang murid resmi dan puluhan yang tidak resmi. Selain Rastika, penuntun untuk generasi lanjut seni lukis Cirebonan adalah Sawiyah, yang mengajarkan bagaimana membuat wayang kulit dan Sunardi, yang mengajar teknik warna untuk mengecat wayang kulit.Namun smpai sekarang Gegesik Kulon belum menjadi tempat yang terkenal. seperti Sanur atau Ubud di Bali. padahal Rastika, yang hitam manis dan ramah itu, adalah seorang pelopor lukisan kaca yang terkenal.

Sabtu, 09 April 2011

masjid quba mas

Jumat, 05 Februari 2010

temple borobudur

Visit CIREBON

Visitor