. "Cirebon Site": kesenian
Unduh Adobe Flash player
Tampilkan postingan dengan label kesenian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesenian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Januari 2013

Arak - arakan (Kirab Budaya) Muludan Gegesik 2013

Gruda ( Kombinasi Naga & Garuda) sebagai icon muludan Gegesik

Karanaval dan kirab budaya tahunan yang dilaksanakan pada hari selasa 29-januari 2013 pukul 13.00 ini berlangsung meriah meskipun sempat diwarnai kekisruhan antar oknum pemuda desa. acara ini di laksanakan untuk memperingati maulid nabi (muludan) . dari tahun ke tahun acara ini tetap meriah dan di padati oleh ribuan masyarakat yang berasal dari wilayah 3 cirebon sendiri.

Kirab budaya ini mengarak berbagai benda pusaka yang di miliki kecamatan gegesik cirebon, diantaranya yang paling terdepan yaitu GRUDA ( berasal dari NAGA dan GARUDA) Bentuk dari Gruda tersebut terlihat kuat, kokoh, gagah dan sangat religious sehingga pada dewasa ini banyak warga datang dan ikut menyaksikan acara tersebut, seperti gegesik dan sekitarnya bahkan dari kabupaten lain, seperti Indramayu, Kuningan , Majalengka dan kota Cirebon.,dan diikuti oleh seluruh jajaran muspika kecamatan gegesik dari mulai perangkat Desa dan Kuwu,Camat gegesik, Kapolsek, serta di ikuti pula oleh peserta karnaval yang berasal dari masyarakat 5 desa di kecamatan gegesik - cirebon sendiri. masing masing desa membuat berbagai bentuk kreasi seni,dan yang lebih penting lagi dan intinya yaitu Sunatan massal dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, dan karnaval tersebut bertujuan untuk menghibur peserta Sunatan massal dan melestarikan budaya daerah agar tidak punah.
Kreasi seni yang dibuat oleh pemuda desa untuk memperiahkan mududan gegesik 2013

Minggu, 27 Januari 2013

Gegesik Siap Gelar Kirab Budaya Muludan 2013

Pemerintah Kecamatan Gegesik, Cirebon mengaku siap akan menggelar karnaval dan kirab budaya yang digelar tiap tahun ini, kirab budaya muludan ini insya Allah akan dilaksanakan pada hari Selasa esok tanggal 29 Januari 2013 tepatnya setelah waktu dzuhur atau sekitar pukul 13.00 s/d selesai.

Kirab Budaya ini kan dihadiri oleh ribuan masyarakat dari berbagai daerah baik masyarakat kecamatan Gegesik sendiri maupun kecamatan lainnya di kabupaten Cirebon maupun masyarakat lainnya se-wilayah tiga cirebon.

kirab budaya tahunan ini akan mengarak benda pusaka yang dimiliki oleh Keempat desa di wilayah kecamatan gegesik ( Panunggul, Gegesik wetan, gegesik kulon, gegesik lor dan gegesik kidul). salah satu benda pusaka yang akan di arak pada karnaval kirab dan budaya yaitu GRUDA (berasal dari kata NAGA dan GARUDA yang biasa di sebut GRUDA) yang di anggap sakral oleh masayarakat gegesik dan sekitarnya.

Tidak hanya mengarak benda pusaka yang di miliki pemerintah kecamatan gegesik, namun juga akan mengarak berbagai kreasi seni yang dibuat oleh pemuda dan warga masyarakat kecamatan gegesik sendiri.

Dan perlu diketahui: Masayarakat Gegesik bukanlah mengkultuskan suatu benda Tapi merupakan suatu simbol bahwa masyarakat gegesik hanya melestarikan kebudayaan.

Kamis, 03 Januari 2013

Koleksi foto Lukisan Kaca karya Bpk. Rastika _ Cirebon

   Bapak Rastika adalah seorang pelukis dari Desa Gegesik Kulon, Kecamatan Gegesik, Cirebon. karya-karya sang pelukis, kini bisa dilihat di Museum Wayang, Jakarta. bahkan karyanya mengisi di Museum Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah.
   kali ini Saya akan memposting Sedikit dari karya-karya beliau yang memiliki bandrol yang tingggi, berikut diantaranya:

1. Gugurnya Resi Bima


Lukisan ini menggambarkan Resi Bisma yang gugur di medan pertempuran dengan tubuh penuh anak panah pada saat perang bharatayuda jaya lemggeran antara Pandawa dan Kurawa.

2.  Sekelompok kera dan beberapa tokoh pewayangan

Lukisan ini mungkin meggambarkan beberapa ekor kera yang ingin melawan beberapa karakter pewayangan yang memiliki watak yang jahat dan ingin merebut merebut mahkotanya.
3. Arjuna Bertapa
Lukisan ini menggambarkan sesosok Arjuna yang sedang bertapa/ semedi di gua Minturaga yang ada dikawasan gunung Indrakila. 
4.
5.

6.
 Lukisan ini menggambarkan tokoh pewayangan yakni Pandawa lima ( Arjuna, Bima, Nakula, sadewa dan Yudistira) bersama Ibunya (Dewi Kunti)  yang sedang beristirahat di taman Pelawangan. 


Selasa, 25 Desember 2012

Sejarah Singkat Tari Topeng Cirebon

      Pada masa Cirebon menjadi pusat penyebaran agama Islam, Sultan Cirebon; Syekh Syarif Hidayatulah yang juga seorang anggota Dewan Wali Sanga yang bergelar Sunan Gunung Jati, bekerja sama dengan Sunan Kalijaga memfungsikan Tari Topeng dan 6 (enam) jenis kesenian lainnya sebagai bagian dari upaya penyebaran agama Islam dan sebagai tontonan di lingkungan Keraton. Adapun Keenam kesenian tersebut adalah Wayang Kulit, Gamelan Renteng, Brai, Angklung, Reog dan Berokan. Jauh sebelum Tari Topeng masuk ke Cirebon, Tari Topeng tumbuh dan berkembang sejak abad 10 –11 M. Pada masa pemerintahan Raja Jenggala di Jawa Timur yaitu Prabu Panji Dewa. Melalui seniman jalanan (pengamen) Seni Tari Topeng masuk ke Cirebon dan kemudian mengalami perpaduan dengan kesenian rakyat setempat.

     Jenis-jenis Tari Topeng Cirebon yaitu sbb:
  1. Panji Menggambarkan kesucian manusia yang baru lahir. Gerakannya halus dan lembut. Tidak seluruh tubuh digerakan. 
  2. Samba atau Pamindo Melambangkan kelincahan manusia dimasa kanak-kanak. Sikapnya lincah dan lucu tetapi juga luwes. 
  3. Rumyang Menggambarkan kehidupan seorang remaja pada masa akil baligh. 
  4. Tumenggung atau Patih Menggambarkan manusia yang sudah menginjak dewasa dan telah menemukan jati dirinya. Sikapnya tegas, berkepribadian, bertanggung jawab dan memiliki jiwa korsa yang Paripurna. 
  5. Kelana atau Rahwana Melambangkan sifat angkara murka yang terdapat dalam manusia.

Kamis, 06 Desember 2012

Gelar Budaya Keraton Cirebon



Pemerintah telah memilih Kesultanan Keraton Cirebon untuk menggelar gelar budaya Keraton. Acara budaya tersebut bertujuan untuk pelestarian kebudayaan. Acara ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 5 Desember Kemarin yang dipusatkan di Keraton Kesepuhan. acara ini di hadiri oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Sekjen Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ukus Kuswara, Direktur Seni Pertunjukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Juju Masunah. Selain dihadiri pejabat negara, hadir pula kalangan pengusaha, perhotelan, restoran, travel, penggiat kesenian, hingga pelajar. Kegiatan gelar budaya oleh empat keraton Cirebon itu menghadirkan pameran produk unggulan Cirebon, seperti berbagai kesenian, tari-tarian. acara ini juga memeainkan gamelan tua yang berumur ratusan tahun warisan dari sunan gunung jati. gamelan ini konon pemberian dari kerajaan mataram yang samapai saat ini masih di mainkan. Tarian Cirebon yang ditampilkan dalam acara ini yakni, tari topeng Panji dan Kelana dari sanggar Selangit, topeng beling, tari Jinggananom dan tari Kipas dari SMK Pakungwati serta gamelan renteng. Di penghujung acara, pertunjukan wayang kulit akan dimaikan semalam suntuk dengan dalang Ki Kardama Surya Nata Prawa, dari Keraton Kasepuhan Selain itu, sekitar 20 jenis pameran kreatif unggulan Cirebon juga ditampilkan, seperti batik, lukisan kaca, kerajinan kerang, mebeler, hingga kuliner.

Senin, 02 Juli 2012

Tarling Jayana



JAYANA adalah nama yang paling populer dan di segani oleh para musisi musik tarling khususnya wilayah Indramayu dan Cirebon karena beliau adalah pencipta asal mulanya musik tarling (tarling klasik) yang sampai saat ini musik tarling sudah bervariasi. Jayana terlahir di desa karangampel kabupaten Indramayu. Dalam karya - karya jayana paling banyak berduet dengan sinden kondang pada kala itu yaitu Dadang darniyah. oleh kareana itu jayana dijuluki sebagai "Master of Tarling's Music" , atau masternya musik tarling. Berikut ini adalah Albumnya:
Jayana - Lahir Batin
1. Album Lahir Batin
     - Wangsit Pujangga
     - Ngumbara
     - Ngati Ati
     - Lahir Batin








Jayana Kiser Manunggal 



2. Album Kiser Manunggal - Klasik Cirebonan
     - Jayana & Dadang - Dharma Bakti
     - Jayana & Dadang - Kidang Mas


3 Album Sunyaragi
     - Jayana & Dadang - Layungsari
     - Jayana & Dadang - Saedah Saba Desa
     - Jayana & Dadang - Segagang Melati




this music was uploaded by:

Rabu, 04 April 2012

warga cirebon menanti kedatangan OVJ


Setelah roadshow ke Kota Solo, rombongan Opera Van Java akan menghibur masyarakat kota Cirebon dengan tajuk Opera Van Java... Cirebon Jeh!.

Parto, Sule, Andre, Nunung dan Aziz Gagap akan mengunjungi pemirsa setia TRANS7 di 'Kota Udang' tersebut Sabtu (7/4/2012) dalam gelaran Opera Van Java Roadshow 2012 di Stadion Bima, Cirebon.

Penggemar setia OVJ yang telah memenangkan kuis dapat lebih dekat berinteraksi dengan idolanya di Meet and Greet OVJ pada tanggal 6 April 2012.

Tak hanya itu, pawai keliling kota Cirebon pun akan dilakukan rombongan OVJ Roadshow keesokan harinya (7/4) mulai pukul 09.00 WIB dengan melewati jalur-jalur utama kota Cirebon, seperti Jl. Dr. Wahidin - Jl. Slamet Riyadi - Jl. Siliwangi - Jl. Kartini - Jl. Cipto Mangunkusumo - Jl. Pemuda - Jl. Brig. Jend Darsono dan berakhir di Stadion Bima.

"Setelah pawai, para punggawa OVJ akan melakukan aksi puncaknya pada show OVJ yang bertempat di stadion Bima Cirebon pada pukul 13.30 WIB dan pada pukul 19.45 WIB yang akan disiarkan langsung oleh TRANS7," ungkap Moch. Taufiq Septian, Marketing Public Relations Department dalam keterangannya kepada Tribunnews, Rabu (4/4/2012).

Selain lakon utama OVJ, kemeriahan juga akan tercipta dari para bintang tamu dan pengisi acara, antara lain Dicky Chandra, Asri Welas, Rico Ceper, Mesty Hanita dan Nick (peserta Asing Star).

"Pertunjukan pertama (tapping) show OVJ nanti akan bercerita tentang asal mula terasi, dimana seorang raja yang tergila-gila pada ramuan rebon tumbuk buatan seorang pangeran sederhana," ungkap Toufiq.

Sang Raja ingin memiliki ramuan rebon tersebut yang nantinya disebut terasi. Sedangkan pertunjukkan kedua (live), akan bercerita tentang kisah Raden Tarulintang yang ikut sayembara untuk menyelamatkan putri raja yang diculik oleh raksasa.

Opera Van Java, salah satu program komedi unggulan TRANS7 akan menginjak usianya yang keempat, setelah tayangan perdananya di tanggal 12 Desember 2008.


sumber: http://www.tribunnews.com/2012/04/04/warga-cirebon-tunggu-roadshow-opera-van-java

Sabtu, 31 Maret 2012

Cara Lengkap proses pembuatan BATIK

Dari dulu hingga sekarang, proses pembuatan batik tidak banyak mengalami perubahan. Kegiatan membatik merupakan salah satu kegiatan tradisional yang terus dipertahankan agar tetap konsisten seperti bagaimana asalnya. Walaupun motif dan corak batik di masa kini sudah beraneka ragam, proses pembuatan batik pada dasarnya masih sama. Berikut ini adalah uraian lebih detailnya:

A. Perlengkapan Membatik

Perlengkapan membatik tidak banyak mengalami perubahan. Dilihat dari peralatan dan cara mengerjakannya, membatik dapat digolongkan sebagai suatu kerja yang bersifat tradisional.

1) Gawangan

blog-apa-aja.blogspot.com

Gawangan adalah perkakas untuk menyangkutkan dan membentangkan mori sewaktu dibatik. Gawangan terbuat dari kayu atau bambu. Gawangan harus dibuat sedemikian rupa hingga kuat, ringan, dan mudah dipindah-pindah.

2) Bandul

blog-apa-aja.blogspot.com

Bandul dibuat dari timah, kayu, atau batu yang dimasukkan ke dalam kantong. Fungsi pokok bandul adalah untuk menahan agar mori yang baru dibatik tidak mudah tergeser saat tertiup angin atau tertarik oleh si pembatik secara tidak sengaja.

3) Wajan

blog-apa-aja.blogspot.com

Wajan adalah perkakas utuk mencairkan malam. Wajan dibuat dari logam baja atau tanah liat. Wajan sebaiknya bertangkai supaya mudah diangkat dan diturunkan dari perapian tanpa menggunakan alat lain.

4) Kompor

blog-apa-aja.blogspot.com

Kompor adalah alat untuk membuat api. Kompor yang biasa digunakan adalah kompor berbahan bakar minyak. Namun terkadang kompor ini bisa diganti dengan kompor gas kecil, anglo yang menggunakan arang, dan lain-lain. Kompor ini berfungsi sebagai perapian dan pemanas bahan-bahan yang digunakan untuk membatik.

5) Taplak

blog-apa-aja.blogspot.com

Taplak adalah kain untuk menutup paha si pembatik agar tidak terkena tetesan malam panas sewaktu canting ditiup atau waktu membatik.

6) Saringan Malam

blog-apa-aja.blogspot.com

Saringan adalah alat untuk menyaring malam panas yang memiliki banyak kotoran. Jika malam tidak disaring, kotoran dapat mengganggu aliran malam pada ujung canting. Sedangkan bila malam disaring, kotoran dapat dibuang sehingga tidak mengganggu jalannya malam pada ujung canting sewaktu digunakan untuk membatik.

Ada bermacam-macam bentuk saringan, semakin halus semakin baik karena kotoran akan semakin banyak tertinggal. Dengan demikian, malam panas akan semakin bersih dari kotoran saat digunakan untuk membatik.

7) Canting

blog-apa-aja.blogspot.com

Canting adalah alat yang dipakai untuk memindahkan atau mengambil cairan, terbuat dari tembaga dan bambu sebagai pegangannya. Canting ini dipakai untuk menuliskan pola batik dengan cairan malam. Saat ini, canting perlahan menggunakan bahan teflon.

8) Mori

blog-apa-aja.blogspot.com

Mori adalah bahan baku batik yang terbuat dari katun. Kualitas mori bermacam-macam dan jenisnya sangat menentukan baik buruknya kain batik yang dihasilkan. Mori yang dibutuhkan disesuaikan dengan panjang pendeknya kain yang diinginkan.

Tidak ada ukuran pasti dari panjang kain mori karena biasanya kain tersebut diukur secara tradisional. Ukuran tradisional tersebut dinamakan kacu. Kacu adalah sapu tangan, biasanya berbentuk bujur sangkar.

Jadi, yang disebut sekacu adalah ukuran persegi mori, diambil dari ukuran lebar mori tersebut. Oleh karena itu, panjang sekacu dari suatu jenis mori akan berbeda dengan panjang sekacu dari mori jenis lain.

Namun di masa kini, ukuran tersebut jarang digunakan. Orang lebih mudah menggunakan ukuran meter persegi untuk menentukan panjang dan lebar kain mori. Ukuran ini sudah berlaku secara nasional dan akhirnya memudahkan konsumen saat membeli kain batik. Cara ini dapat mengurangi kesalahpahaman dan digunakan untuk menyamakan persepsi di dalam sistem perdagangan.

9) Malam (Lilin)

blog-apa-aja.blogspot.com

Malam (lilin) adalah bahan yang dipergunakan untuk membatik. Sebenarnya malam tidak habis (hilang) karena pada akhirnya malam akan diambil kembali pada proses mbabar, proses pengerjaan dari membatik sampai batikan menjadi kain. Malam yang dipergunakan untuk membatik berbeda dengan malam (lilin) biasa. Malam untuk membatik bersifat cepat diserap kain, tetapi dapat dengan mudah lepas ketika proses pelorodan.

10) Dhingklik (Tempat Duduk)

blog-apa-aja.blogspot.com

Dhingklik (tempat duduk) adalah tempat untuk duduk pembatik. Biasanya terbuat dari bambu, kayu, plastik, atau besi. Saat ini, tempat duduk dapat dengan mudah dibeli di toko-toko.

11) Pewarna Alami

blog-apa-aja.blogspot.com

Pewarna alami adalah pewarna yang digunakan untuk membatik. Pada beberapa tempat pembatikan, pewarna alami ini masih dipertahankan, terutama kalau mereka ingin mendapatkan warna-warna yang khas, yang tidak dapat diperoleh dari warna-warna buatan. Segala sesuatu yang alami memang istimewa, dan teknologi yang canggih pun tidak bisa menyamai sesuatu yang alami.

Itulah jenis perlengkapan membatik yang harus ada. Proses membatik memerlukan waktu yang cukup lama, terlebih kalau kain yang dibatik sangat luas dan coraknya cukup rumit.

B. Proses Membatik

Di masa kini, pengusaha batik juga menyediakan pendidikan batik kilat pada anak-anak sekolah dan masyarakat umum. Yang diajarkan adalah tata cara membatik dengan benar, dan biasanya menggunakan kain selebar saputangan sebagai percobaan. Dengan demikian, proses membatik itu dapat dikerjakan hanya dalam beberapa jam dan biaya yang diperlukan pun sangat kecil. Tradisi ini sangat bagus untuk memperkenalkan proses membatik kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Berikut ini adalah proses membatik yang berurutan dari awal hingga akhir. Penamaan atau penyebutan cara kerja di tiap daerah pembatikan bisa berbeda-beda, tetapi inti yang dikerjakannya adalah sama.

1) Ngemplong

blog-apa-aja.blogspot.com

Ngemplong merupakan tahap paling awal atau pendahuluan, diawali dengan mencuci kain mori. Tujuannya adalah untuk menghilangkan kanji. Kemudian dilanjutkan dengan pengeloyoran, yaitu memasukkan kain mori ke minyak jarak atau minyak kacang yang sudah ada di dalam abu merang. Kain mori dimasukkan ke dalam minyak jarak agar kain menjadi lemas, sehingga daya serap terhadap zat warna lebih tinggi.

Setelah melalui proses di atas, kain diberi kanji dan dijemur. Selanjutnya, dilakukan proses pengemplongan, yaitu kain mori dipalu untuk menghaluskan lapisan kain agar mudah dibatik.

2) Nyorek atau Memola

blog-apa-aja.blogspot.com

Nyorek atau memola adalah proses menjiplak atau membuat pola di atas kain mori dengan cara meniru pola motif yang sudah ada, atau biasa disebut dengan ngeblat. Pola biasanya dibuat di atas kertas roti terlebih dahulu, baru dijiplak sesuai pola di atas kain mori. Tahapan ini dapat dilakukan secara langsung di atas kain atau menjiplaknya dengan menggunakan pensil atau canting. Namun agar proses pewarnaan bisa berhasil dengan baik, tidak pecah, dan sempurna, maka proses batikannya perlu diulang pada sisi kain di baliknya. Proses ini disebut ganggang.

3) Mbathik

blog-apa-aja.blogspot.com

Mbathik merupakan tahap berikutnya, dengan cara menorehkan malam batik ke kain mori, dimulai dari nglowong (menggambar garis-garis di luar pola) dan isen-isen (mengisi pola dengan berbagai macam bentuk). Di dalam proses isen-isen terdapat istilah nyecek, yaitu membuat isian dalam pola yang sudah dibuat dengan cara memberi titik-titik (nitik). Ada pula istilah nruntum, yang hampir sama dengan isen-isen, tetapi lebih rumit.

4) Nembok

blog-apa-aja.blogspot.com

Nembok adalah proses menutupi bagian-bagian yang tidak boleh terkena warna dasar, dalam hal ini warna biru, dengan menggunakan malam. Bagian tersebut ditutup dengan lapisan malam yang tebal seolah-olah merupakan tembok penahan.

5) Medel

blog-apa-aja.blogspot.com

Medel adalah proses pencelupan kain yang sudah dibatik ke cairan warna secara berulang-ulang sehingga mendapatkan warna yang diinginkan.

6) Ngerok dan Mbirah

blog-apa-aja.blogspot.com

Pada proses ini, malam pada kain dikerok secara hati-hati dengan menggunakan lempengan logam, kemudian kain dibilas dengan air bersih. Setelah itu, kain diangin-anginkan.

7) Mbironi

blog-apa-aja.blogspot.com

Mbironi adalah menutupi warna biru dan isen-isen pola yang berupa cecek atau titik dengan menggunakan malam. Selain itu, ada juga proses ngrining, yaitu proses mengisi bagian yang belum diwarnai dengan motif tertentu. Biasanya, ngrining dilakukan setelah proses pewarnaan dilakukan.

8) Menyoga

blog-apa-aja.blogspot.com

Menyoga berasal dari kata soga, yaitu sejenis kayu yang digunakan untuk mendapatkan warna cokelat. Adapun caranya adalah dengan mencelupkan kain ke dalam campuran warna cokelat tersebut.

9) Nglorod

blog-apa-aja.blogspot.com

Nglorod merupakan tahapan akhir dalam proses pembuatan sehelai kain batik tulis maupun batik cap yang menggunakan perintang warna (malam). Dalam tahap ini, pembatik melepaskan seluruh malam (lilin) dengan cara memasukkan kain yang sudah cukup tua warnanya ke dalam air mendidih. Setelah diangkat, kain dibilas dengan air bersih dan kemudian diangin-arginkan hingga kering. Proses membuat batik memang cukup lama. Proses awal hingga proses akhir bisa melibatkan beberapa orang, dan penyelesaian suatu tahapan proses juga memakan waktu. Oleh karena itu, sangatlah wajar jika kain batik tulis berharga cukup tinggi.

Sumber: http://blog-apaaja.blogspot.com/2012/03/inilah-proseslengkap-dan-cara.html

Selasa, 27 Maret 2012

Opera Van Java Roadshow ke Cirebon. "Cirebon Jeh"



Setelah sukses menggelar Opera van java roadshow di kota Solo pada tanggal 17 maret 2012.
Acara Komedi Opera Van java akan menggelar kembali Roadshow ke dua kalinya pada tahun 2012 ini,. kali ini "Cirebon jeh" yang menjadi tujuan para wayang Opera Van Java.
Di bawah ini ada sedikit info tentang pelaksanaan OVJ roadshow "Cirebon Jeh" (simak baik-baik):

Road show Opera van java Trans7 "Cirebon jeh"
Waktu: 7 april 2012
Tempat: Stadion Bima Cirebon.

seperti di kota-kota lain OVJ roadshow juga mengadakan meet and greet pada tanggal 06 april 2012,OVJ roadshow live pada malam minggu pukul 20.00 tanggal 7 april 2012 serta akan roadshow keliling kota cirebon dan tapping show pada hari sabtu tanggal 07 april 2012.

bagi anda yang ingin bertemu langsung para wayang opera van java ( meet and greet ) pada tanggal 06 april 2012 silahkan kunjungi http://www.trans7.co.id untuk infonya.

Selasa, 06 Maret 2012

Kesenian Sampyong


Pada tahun 1960,di daerah Cibodas Kec.Majalengka Tumbuh sebuah permainan rakyat yang dikenal dengan ujungan.Permainan ini merupakan permainan adu ketangkasan dan kekuatan memukul dan dipukul dengan menggunakan alat yang terbuat dari rotan yang berukuran 60 cm.Pemain terdiri atas 2 orang yang saling berhadapan,baik laki-laki maupun perempuan,dipimpin oleh seorang wasit yang disebut Melendang.Kedua pemain menggunakan tutup kepala yang terbuat dari kain yang diisi dengan bahan-bahan empuk sebagai pelindung kepala.Tutup kepala demikian dikenal pula dengan sebutan balakutak.Sasaran pukulan pada pemain Ujungan tidak terbatas,dari ujung kepala hingga ujung kaki tanpa tangkis.Seorang pemain dapat memukul lawannya dengan sebanyak-banyaknya,hingga slah seorang dikatakan kalah karena tidak kuat lagi menahan rasa sakit akibat pukulan.

Ujungan tidak dikategorikan seni beladiri,karena seorang pemain tidak melakukan jurus tangkisan.Walaupun demikian,permaian ini tetap dianggap sebagai sebuah karya seni karena didalamnya terdapat unsur kesenian,misalnya seperangkat gamelan pencak silat yang ditabuh sepanjang permainan Ujungan dilaksanakan.Adegan ibing pencak silat yang dibawakan oleh kedua pemain dan bahkan malandang,disajikan sebagai bumbu permainan ini.Sebelum melakukan pukulan,kedua pemain melkukan mincid pencak silat yang manis.Pukulan dilakukan ditandai seruan sang malandang:"Briuk"yang disusul kemudian dengan pukulan ke arah yang diinginkan.

Karena sifat permainan yang terlalu bebas,maka permainan ini dianggap terlalu berbahaya dan tidak banyak orang yang sanggup memainkannya.Beberapa tokoh ujungan mencoba membuat penyempurnaan-penyempurnaan,dengan cara menyederhanakan aturan permainan.Setidaknya terdapat tiga butir aturan esensial yang terdapat pada aturan permainan yang baru,yaitu: (1)seorang pemain diperkenankan memukul sebanyak 3 kali pukulan. (2)sasaran pukulan hanya sebatas betis bagian belakang,tidak boleh lebih dari itu. (3)pemain dapat bermain pada kelas yang ditentukan menurut usia,misalnya golongan tua.menengah,pemuda dan anak-anak.

Seiring dengan berlakunya peraturan yang baru itu,maka nama ujungan pun ditinggalkan.Nama permainan yang lebih populer adalah Sampyong yang menurut beberapa narasumber berasal dari bahasa China,yaitu Sam=tiga dan Poyong=pikulan.Nama baru itu terucap begitu saja dari salah seorang penonton keturunan China ketika ia menyaksikan permaian tersebut.Kiranya ia tertarik pada jumlah pukulan pada permainan itu hingga kemudian terucap kata Sampyong yang kemudian melekat menjadi sebutan permaianan sampai sekarang.

Tokoh-tokoh yang berjasa mengembangkan seni Sampyong antara lain: Sanen (almarhum),Abah Lewo,Mamg Kiyun,Mang Karta,K.almawi,Baron,Toto,Komar,Anah,Emin dan beberapa tokoh lainnya yang tersebar dibeberapa daerah di Majalengka:berkat keuletan para tokoh itu,Sampyong tersebar di beberapa daerah lainnya,seperti Cibodas,Kulur,Sindangkasih,Cijati,Simpeureum,dan beberapa daerah lainnya.sebagai kehormatan,kelompok seni Sampyong Mekar Padesan dari Simpeureum pernah mewakili Jawa Barat pada event pertunjukan seni olah raga di Bali pada waktu yang lalu. (M.saroni.Drs.MAg).

Sumber: http://dmargalih.multiply.com/journal/item/7/Sampyong_Kesenian_Khas_Daerah_Majalengka?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fite

Minggu, 12 Februari 2012

Koleksi foto muludan Gegesik 2012

Meskipun pada hari H muludan gegesik ini sempat di guyur hujan dan angin lebat namun tidak menyurutkan antusiasme dari ribuan orang yang datang pada karnaval tahunan ini,

pada saat kirab budaya dan karnaval maulid nabi tersebut saya sempat mengabadikan berapa jepretan foto, berikut hasil dari jepretan saya:


para abg juga ikut memeriahkan kirab budaya tahunan ini



Rabu, 08 Februari 2012

Kirab budaya Muludan Gegesik - Cirebon 2012


salah satu benda pusaka yang diarak adalah Gruda

Karanaval dan kirab budaya tahunan yang dilaksanakan pada hari Rabu(08-02-2012) pukul 14.00 di kecamatan gegesik-Cirebon dalam rangka memperingati maulid nabi muhammad SAW berlangsung hikmat, walaupun sempat diguyur hujan dan angin lebat tidak menyurutkan antusiasme masyarakat se-wilayah 3 cirebon untuk menyaksikan kirab budaya ini.


salah satu duplikat paksi nagaliman untuk peserta khitana massal

Kirab budaya ini mengarak berbagai benda pusaka yang di miliki kecamatan gegesik cirebon,diantaranya GRUDA Bentuk dari Gruda tersebut terlihat kuat, kokoh, gagah dan sangat religious sehingga pada dewasa ini banyak warga datang dan ikut menyaksikan acara tersebut, seperti gegesik dan sekitarnya bahkan dari kabupaten lain, seperti Indramayu, Kuningan , Majalengka dan kota Cirebon.,dan diikuti oleh seluruh jajaran muspika kecamatan gegesik dari mulai perangkat Desa dan Kuwu,Camat gegesik, Kapolsek, serta di ikuti pula oleh peserta karnaval yang berasal dari masyarakat 5 desa di kecamatan gegesik - cirebon sendiri. masing masing desa membuat berbagai bentuk kreasi seni,dan yang lebih penting lagi dan intinya yaitu Sunatan massal dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, dan karnaval tersebut bertujuan untuk menghibur peserta Sunatan massal dan melestarikan budaya daerah agar tidak punah.


Hasil kreasi dari masyarakat gegesik bebentuk naga hijau VS naga terbang

salah satu peserta khitaan massal

Sabtu, 07 Januari 2012

Menjadi Pemimpin berwatak Semar


semar
“ Ada kalanya kita harus mengalah walaupun itu pahit,tetapi ada juga saatnya kita tidak boleh mengalah dan menyerah, kalau memang itu adalah perjuangan untuk membela kebenaran bagi kaum yang lemah “.

Ucapan itu selalu teringat di benak saya,kalimat tersebut adalah ucapan dari Cak Nun ( Emha Ainun Najib ) pada acara Do’a bersama untuk Indonesia di Alun-alun Kabupaten Jombang – Jawa Timur tahun 1997 akhir,tanggalnya saya sudah lupa ( baca saja: sekarang sudah pikun ).

Saat itu Negara kita sedang terjadi kemelut luar biasa sekali,yang di awali mulai tahun 1997 mei.Yang mana Ekonomi dan Moral betul-betul seperti tidak di miliki lagi pada penghuni negeri ini.Kepercayaan kepada pemerintahan hanya sebatas ujung kuku pada saat itu.Kerusuhan yang menjurus tindakan Anarkis banyak terjadi di mana-mana,dan sebagai basis terbesar Ibukota tercinta Jakarta.

Dan sepertinya pada saat itu yang berpredikat penegak keamanan Negarapun seperti tidak bisa mengendalikan keadaan,Situasi semakin Ricuh dan memanas,akibatnya justru terjadi perlakuan sebaliknya.Tuntutan dari rekan Mahasiswa demi membela Rakyat kecil malah menjadi sasaran timah panas yang berujung jatuhnya Korban di pihak Mahasiswa.Sungguh,Indonesia saat itu seperti segumpal bola kapas yang tertiup angin.Tidak ada kata saling percaya antar pejabat Negara,malah saling curiga yang berbuah petaka.



Tuhan itu Maha Adil,Dengan Do’a para Ulama Islam,Pemuka – pemuka dari agama Hindu,Budha,Katholik,Protestan dan kepercayaan lain membuahkan hasil.Perlahan Indonesia berangsur pulih dan tenang kembali hingga kini kita rasakan bersama.”Terima kasih Ya Allah,Engkaulah Maha pemberi sesuatu yang sepantasnya kami terima”.

Di tengah ketenangan dan kedamaian,dan di saat Rakyat mulai di libatkan dalam penyampaian aspirasinya,Justru timbul hal-hal memalukan yang di lakukan wakil kita di lembaga DPR.Sangat tidak pantas seorang wakil rakyat harus melempar kursi,memukul hanya sebab perbedaan pendapat dalam sidang.Itu adalah kejadian yang membuat malu ( “Apa kata Dunia kata Nagabonar” ).Penerapan kata DEMOKRASI akan menjadi tanda tanya bagi anak - anak yang baru masuk sekolah,Karena melihat para pelaku Demokrasinya justru tidak bisa menerapkannya dengan benar.

Mungkin ada baiknya jika para Peminpin kita itu memiliki prilaku dari salah satu sosok profil dalam Dunia pewayangan.Sosok ini dalam pewayangan bukan profil Raja atau Patih dan sebagainya,tetapi dia hanya seorang lurah yang tinggal di sebuah Desa Karang Kadempel.tetapi kata-katanya selalu menjadi panutan dari Raja-raja di golongan Pandawa.Dia adalah Semar.

Semar dalam Filosofi jawa di sebut BADRANAYA yang artinya membangun sarana dari dasarnya dan melaksankan perintah Allah untuk kesejahteraan Manusia. Semar tidak lelaki dan bukan perempuan, tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebelakang. artinnya : “Sebagai pribadi tokoh semar sebagai simbul Sang Maha Tumggal”. Sedang tangan kirinya bermakna “berserah secara total ,sekaligus simbol keilmuan yang netraltetapi simpatik”. Menjadi pemimpin seharusnya tidak melihat suatu usulan itu datangnya dari pihak mana,melainkan bagaimana mempertimbangkan dan menjalankannya supaya masyarakat bisa lebih baik ke masa depan.

Rambutnya yang Kuncung mempunyai arti,” Akuning sang Kuncung “ sebagai kepribadian pelayan.Yang melayani umat ,tanpa meminta pamrih,untuk melaksanakan ibadah amaliah sesuai dengan sabda Ilahi.Menjadi pemimpin berarti harus siap melayani masyarakat dengan melaksanakannya secara benar demi kepentingan umum,bukan untuk keuntungan pribadi.

Cara berjalannya selalu menghadap ke atas ini artinya “memberikan teladan agar selalu memandang keatas kepada (sang Khaliq ) yang maha pengasih serta penyayang umat”. Corak kain Parangkusumo yang di pakai adalah perwujudan Dewonggowantah ( penuntun manusia) agarMemayu hayuning bawono menciptakan keadilan dan kebenaran di bumiini.Dengan menjadi seorang peminpin yang bisa dijadikan tauladan,harus bisa selalu memberikan perlindungan kepada masyarakat.jangn malah menyulitkannya.

Semar berkuncung seperti anak-anak,namun juga berwajah sangat tua.menjadi pemimpin harus bisa melayani semua golongan, baik itu dari golongan bawah atau golongan atas.jangan hanya kalau ada uang mau melayani.

Semar tertawannya selalu diakhiri dengan nada tangisan,Ini merupakan contoh bahwa pemimpin harus ikut merasakan penderitaan kaum miskin.

Semar berwajah menangis namun mulutnya tertawa,Pemimpin harus bisa memberikan rasa ketenangan kepada rakyatnya yang sedang di landa bencana.dengan memberikan langkah yang baik dan tepat bagi rakyat yang sedang terkena musibah atau bencana.

Semar berprofil berdiri sekaligus jongkok.Kalau sifat yang satu ini sudah banyak dimiliki oleh pimpinan kita,walaupun sifatnya musiman,istilahnya pas dekat pemilu saja pemimpin mau berbaur dengan masyarakat kecil.

Kebudayaan kita sebenarnya telah melahirkan religi dalam wujud kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa, yaitu adanya wujud tokoh wayang Semar, jauh sebelum masuknya kebudayaan Hindu, Budha dan Isalam di tanah Jawa. Tokoh wayang Semar ternyata dipandang bukan sebagai fakta historis, tetapi lebih bersifat mitologi dan symbolis tentang KeEsa-an, yaitu: Suatu lambang dari pengejawantahan expresi, persepsi dan pengertian tentang Illahi yang menunjukkan pada konsepsi spiritual dan ber keTuhan-an yang Maha Esa.

Bojo sira arsa mardi kamardikan, ajwa samar sumingkiring dur-kamurkan Mardika artinya merdekanya jiwa dan raga, maksudnya dalam keadaan tidak dijajah oleh hawa nafsu dan keduniawian, agar dalam menuju kepemimpinan bisa sempurna tak ternodai oleh dosa,dengan mengatakan yang salah tetap salah tanpa menyemukan dan menyembunyikan kesalahan atau bakan menutupinya.


Rujukan Buku Tentang Semar:
( Hazeu dalam Mulyono 1978 : 25 )
( Brandon dalam Suseno, 1988 : 188 )
( Poedjowijatno, 1975 : 49 )
( Prodjosoebroto 1969 : 31 )
( Cermomanggolo 1995 : 5 )
( Soenarto Timoer 1994 : 4 )

Visit CIREBON

Visitor