. "Cirebon Site": wisata ziarah
Unduh Adobe Flash player
Tampilkan postingan dengan label wisata ziarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata ziarah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Agustus 2012

TRADISI SYAWALAN Di Makam Sunan Gunung Jati Cirebon

Upacara tahlilan/selamatan Sultan Cirebon dan para kerabatnya dengan berpakaian adat kebesaran berkunjung ke makam Gunung Jati Desa Astana (6 Km dari Kota Cirebon), dalam acara ini juga banyak berdatangan para peziarah dari masyarakat Cirebon dan sekitarnya termasuk juga dari berbagai daerah di Pulau Jawa , bahkan luar Jawa.

 Acara Grebeg Syawal yang merupakan tanda selesainya puasa sunnah selama satu minggu setelah perayaan Idul Fitri 1433 H, yang Insya Allah akan dilaksanakan pada hari minggu pagi, 26 Agustus 2012 di makam sunan gunung jati Cirebon. Grebeg syawal merupakan adat masyarakat Cirebon dan sekitarnya yang diadakan setiap tahunsetiap tahun, tepatnya tujuh hari setelah hari raya Idul Fitri. Dalam acara ini pihak Keraton Cirebon mengadakan ziarah ke makam Sunan Gunung jati serta keluarga keraton yang dikebumikan di makam Gunung Jati.

Namun terkadang dari tahun tahun sebelumnya acara yang sakral ini dibesar-besarkan oleh berbagai kalangan yang datang, sehingga unsur religi yang ada di pokok acara seolah-olah tidak nampak. yang terlihat oleh umum hanya segi hura-huranya seperti pedagang yang menjajakan dagangannya serta lainnya, namun itu semua tergantung niat kita.

Kegiatan tersebut biasanya diakhiri dengan tabur bunga di pusara keluarga Keraton baik dari Kesepuhan, Kanoman, Keprabonan dan Kecirebonan.

Rabu, 02 Mei 2012

Cerita Baridin yang Melegenda dari Cirebon

Mungkin cerita baridin ini tak asing lagi bagi masyarakat cirebon khususnya  Gegesik dan jagapura, karena cerita baridin ini sangat melegenda di telinga masyarakat cirebon bahkan makam baridin pun sampai sekarang masih ada dan masih utuh dari dulu sampai sekarang bahkan sekarang bagi sebagian orang memanfaatkan nya sebagai cara untuk mendapatkan pengasihan atau mendapatkan pacar yang selalu ingat sama si dia yang meminta nya atau istilahnya ngalap berkah. cerita baridin ini menceritakan tentang dua insan manusia yg berbeda baik itu status maupun kekayaan.
Baridin terlahir sebagai perjaka yg polos,jelek dan dari golongan orang miskin dan tidak punya apa-apa, sedangkan Suratmina atau lebih dikenal dengan sebutan Ratmina adalah gadis cantik dari golongan orang kaya,
mereka dipertemukan secara tidak sengaja dan akhirnya baridin jatuh cinta ma ratmina meskipun baru pertama kali melihatnya sedangkan Ratmina menolaknya bahkan Ratmina berani sumpah mau edan/gila jika sampai nikah sama baridin dengan bantuan sahabatnya baridin menjalankan puasa selama 40hari 40malam tanpa makan dan minum dengan melakukan puasa sambil membaca mantra JARAN GOYANG, akhirnya kemat ini sanggup meruntuhkan sifat benci Ratmina kepada baridin menjadi cinta gila. Yang dikuatirkan dari kemat ini adalah bukan saja membangkitkan gairah cinta, tapi persekutuan dengan iblis yang berbentuk manusia dan sanggup membuat orang menjadi GILA.

Senin, 06 Februari 2012

Peringatan Maulid Nabi, Cirebon Gelar Tradisi Panjang Jimat





Panjang Jimat yang menjadi puncak acara Maulud Nabi Muhammad adalah tradisi yang sudah berlangsung selama ratusan tahun dan masih dipertahankan sampai sekarang. Berlangsungnya acara Panjang Jimat di Keraton Kasepuhan dilaksanakan pada Hari Jum'at (5/2) kemarin sangat khidmat. Prosesi adat Panjang Jimat yang merupakan refleksi dari proses kelahiran Nabi Muhammad SAW ini mempunyai makna tersendiri. Panjang berarti panjang atau waktu yang lama dan Jimat yaitu ‘siji di rumat’ yang mempunyai arti dua kalimat syahadat yang secara terus-menerus dipelihara dan diamalkan.
Acara yang dimulai sejak pukul 19.30 ini dihadiri oleh masyarakat yang tidak hanya datang dari Cirebon, melainkan dari kota-kota lain. Bahkan, sejumlah pejabat nasional seperti Menko Kesra Agung Laksono, Ditjen NBSF Kementerian Pariwisata, Ditjen Kesbangpol Kemendagri, anggota DPR RI, deputy set wapres RI, utusan Gubernur Banten, utusan Bupati Siak Riau, serta pejabat lainnya turut hadir pada prosesi ini.
Prosesi ritual Panjang Jimat dilanjutkan dengan mengarak sesajen berupa makanan yang diletakkan dalam panjang (piring) dan pusaka Kraton oleh wargi kraton menuju Langgar Agung di Komplek Kraton Kasepuhan.
Ribuan warga turut serta menyaksikan dan berharap bisa mendapatkan barokah dengan menghadiri ritual panjang jimat tersebut.

Minggu, 23 Oktober 2011

Monumen Kejawanan Cirebon

Situs Monumen Kejawanan ini merupakan sebuah petilasan, tempat pertapaan Pangeran Sukmajaya yang adalah juru penasehat (Juru Martani) Sunan Gunung Jati. Makam Pangeran Sukmajaya sendiri berada di Gunung Sembung, di kompleks Makam Sunan Gunung Jati.

Bentuk bangunan ini jika kita lihat dari luar lebih menyerupai sebuah rumah. Di pekarangannya terdapat pohon beringin tua yang berukuran besar, lalu terdapat papan nama yang bertuliskan "Monumen Kejawanan" merupakan cagar budaya kota Cirebon yang telah berdiri sejak abad 17 Masehi.
Monumen ini diyakini sebagai bangunan keramat. Kondisi keseharian Monumen Kejawanan selalu tertutup untuk kedatangan masyarakat umum, hanya orang-orang tertentu dengan tujuan khusus yang diperbolehkan untuk masuk yaitu jika mempunyai tujuan untuk berziarah atau niis dalam istilah bahasa daerah setempat. Sekilas pandangan yang hanya dapat dilihat dalam monumen tersebut dari celah lubang angin di dindingnya ternyata ruang di dalam berupa tempat ibadah seperti mushola, terdapat tikar dan sajadah, juga terdapat dupa. Cahaya dari lampu neon tampak remang.

Sayang, jika saja benda-benda cagar budaya di Kota Cirebon ini selain dilestarikan dan dikelola dengan sungguh-sungguh sebagai tempat wisata mungkin Kota Cirebon tak akan dipandang sebelah mata sebagai salah satu tujuan wisata bagi turis lokal maupun internasional.
Lokasi Monumen Kejawanan ini tepat berada di seberang jalan masuk ke Pelabuhan Kejawanan Cirebon.

Jumat, 09 September 2011

Grebeg Syawal Keraton Cirebon Di Makam Sunan Gunung Jati Cirebon ( Syawalan )


Upacara tahlilan/selamatan Sultan Cirebon dan para kerabatnya dengan berpakaian adat kebesaran berkunjung ke makam Gunung Jati Desa Astana (6 Km dari Kota Cirebon), dalam acara ini juga banyak berdatangan para peziarah dari masyarakat Cirebon dan sekitarnya termasuk juga dari berbagai daerah di Pulau Jawa , bahkan luar Jawa.

Acara Grebeg Syawal yang merupakan tanda selesainya puasa sunnah selama satu minggu setelah perayaan Idul Fitri 1432 H, dilaksanakan pada Rabu pagi, 7 September 2011 di Makam Gunung Jati Cirebon.

Grebeg syawal merupakan adat masyarakat Cirebon dan sekitarnya yang diadakan setiap tahunsetiap tahun, tepatnya tujuh hari setelah hari raya Idul Fitri. Dalam acara ini pihak Keraton Cirebon mengadakan ziarah ke makam Sunan Gunung jati serta keluarga keraton yang dikebumikan di makam Gunung Jati.

Pada kesempatan tersebut hadir Elang Arif beserta keluarga Keraton Kesepuhan, masyarakat Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kuningan, Majalengka dan Indramayu serta aparat pemerintah Kecamatan Gunung Jati dan Kabupaten Cirebon.

Menurut salah satu pengunjung, Amira, dari Desa Sambeng Kecamatan Gunung Jati, adat syawalan merupakan adat yang telah dilaksanakan oleh warga Cirebon untuk mengingatkan kita serta sebagai pertanda selesainya melaksanakan puasa sunnah satu minggu setelah lebaran Idul Fitri.

Yusuf, salah satu petugas penjaga astana Gunung Jati (pamong budaya) mengungkapkan acara syawalan dilaksanakan setiap tahun tepatnya satu minggu setelah lebaran Idul Fitri, dengan acara khusus ziarah kubur keluarga keraton yang ada di Cirebon untuk berdoa kepada Allah SWT agar para penyebar agama Islam serta keluarga yang dikebumikan mendapat ampunan dari Allah SWT serta yang mendoakan agar diberikan keberkahan oleh Allah SWT.

Namun kadang kala acara yang sakral ini dibesar-besarkan oleh berbagai kalangan yang datang, sehingga unsur religi yang ada di pokok acara seolah-olah tidak nampak. Yang terlihat oleh umum hanya segi hura-huranya seperti pedagang yang menjajakan dagangannya serta lainnya.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan tabur bunga di pusara keluarga Keraton baik dari Kesepuhan, Kanoman, Keprabonan dan Kecirebonan.

Senin, 05 September 2011

Makam Syekh Magelung Sakti


Merupakan salah satu seorang pendekar yang dapat mengalahkan Nyi Mas Gandasari dan disegani karena disamping sebagai salah seorang pendekar juga, beliau juga dikenal sebagai seorang yang berjasa dalam penyebaran Agama Islam ditanah Cirebon. Makam beliau terletak di desa Karang Kendal Kecamatan Kapetakan, 21 Km dari Ibukota Sumber.

Jumat, 19 Agustus 2011

Makam buyut trusmi


makam buyut trusmi adalah makam panyiar agama islam di cirebon
letak makam buyut trusmi berada di desa trusmi plered atau penghasil kerajinan batik trusmi kabupaten cirebon
di dalam komplek makam buyut trusmi terdapat berbagai makam makam lainnya yang di keramatkan, juga terdapat dua buah kolam pemandian
suasanna adem akan terasa di sini apa lagi bangunan arsitektur makam buyut trusmi yang unik,biasanya tempat ini selalu mengadakan pergantian suhunan atau atap makam yang terbuat dari kayu setahun sekali,
setiap harinya para peziarah dari berbagai daerah banyak yang mengunjungi makam buyut trusmi terutama saat pergantian atap makam,tempat ini padat ramai oleh para pedagang
juga pengunjung

Visit CIREBON

Visitor