. "Cirebon Site": tradisi
Unduh Adobe Flash player
Tampilkan postingan dengan label tradisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tradisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Januari 2013

Muludan Gegesik 2013

Cirebon akan menggelar karnaval dan kirab budaya yang akan dihadiri oleh ribuan masyarakat dari berbagai daerah baik masyarakat kecamatan gegesik sendiri maupun kecamatan lainnya di kabupaten cirebon maupun masyarakat lainnya di wilayah tiga cirebon. Rencananya Kirab budaya ini akan di laksanakan , Hari selasa depan tepatnya tanggal 29 Januari 2013 pukul 13.00 wib.

kirab budaya ini akan mengarak benda pusaka yang dimiliki oleh Keempat desa di wilayah kecamatan gegesik ( Panunggul, Gegesik wetan, gegesik kulon, gegesik lor dan gegesik kidul). salah satu benda pusaka yang akan di arak pada karnaval kirab dan budaya yaitu GRUDA yang di anggap sakral oleh masayarakat gegesik.

Dan perlu diketahui: Masayarakat Gegesik bukanlah mengkultuskan suatu benda Tapi merupakan suatu simbol bahwa masyarakat gegesik hanya melestarikan kebudayaan.

Kamis, 06 Desember 2012

Gelar Budaya Keraton Cirebon



Pemerintah telah memilih Kesultanan Keraton Cirebon untuk menggelar gelar budaya Keraton. Acara budaya tersebut bertujuan untuk pelestarian kebudayaan. Acara ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 5 Desember Kemarin yang dipusatkan di Keraton Kesepuhan. acara ini di hadiri oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Sekjen Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ukus Kuswara, Direktur Seni Pertunjukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Juju Masunah. Selain dihadiri pejabat negara, hadir pula kalangan pengusaha, perhotelan, restoran, travel, penggiat kesenian, hingga pelajar. Kegiatan gelar budaya oleh empat keraton Cirebon itu menghadirkan pameran produk unggulan Cirebon, seperti berbagai kesenian, tari-tarian. acara ini juga memeainkan gamelan tua yang berumur ratusan tahun warisan dari sunan gunung jati. gamelan ini konon pemberian dari kerajaan mataram yang samapai saat ini masih di mainkan. Tarian Cirebon yang ditampilkan dalam acara ini yakni, tari topeng Panji dan Kelana dari sanggar Selangit, topeng beling, tari Jinggananom dan tari Kipas dari SMK Pakungwati serta gamelan renteng. Di penghujung acara, pertunjukan wayang kulit akan dimaikan semalam suntuk dengan dalang Ki Kardama Surya Nata Prawa, dari Keraton Kasepuhan Selain itu, sekitar 20 jenis pameran kreatif unggulan Cirebon juga ditampilkan, seperti batik, lukisan kaca, kerajinan kerang, mebeler, hingga kuliner.

Jumat, 24 Agustus 2012

TRADISI SYAWALAN Di Makam Sunan Gunung Jati Cirebon

Upacara tahlilan/selamatan Sultan Cirebon dan para kerabatnya dengan berpakaian adat kebesaran berkunjung ke makam Gunung Jati Desa Astana (6 Km dari Kota Cirebon), dalam acara ini juga banyak berdatangan para peziarah dari masyarakat Cirebon dan sekitarnya termasuk juga dari berbagai daerah di Pulau Jawa , bahkan luar Jawa.

 Acara Grebeg Syawal yang merupakan tanda selesainya puasa sunnah selama satu minggu setelah perayaan Idul Fitri 1433 H, yang Insya Allah akan dilaksanakan pada hari minggu pagi, 26 Agustus 2012 di makam sunan gunung jati Cirebon. Grebeg syawal merupakan adat masyarakat Cirebon dan sekitarnya yang diadakan setiap tahunsetiap tahun, tepatnya tujuh hari setelah hari raya Idul Fitri. Dalam acara ini pihak Keraton Cirebon mengadakan ziarah ke makam Sunan Gunung jati serta keluarga keraton yang dikebumikan di makam Gunung Jati.

Namun terkadang dari tahun tahun sebelumnya acara yang sakral ini dibesar-besarkan oleh berbagai kalangan yang datang, sehingga unsur religi yang ada di pokok acara seolah-olah tidak nampak. yang terlihat oleh umum hanya segi hura-huranya seperti pedagang yang menjajakan dagangannya serta lainnya, namun itu semua tergantung niat kita.

Kegiatan tersebut biasanya diakhiri dengan tabur bunga di pusara keluarga Keraton baik dari Kesepuhan, Kanoman, Keprabonan dan Kecirebonan.

Sabtu, 18 Agustus 2012

Fakta Unik Tentang Tradisi Lebaran di Dunia

Tradisi mudik bisa dibilang hanya ada di Indonesia. Bagaimana dengan negara muslim lainnya? Lain budaya, lain pula kebiasaan, dalam memeriahkan atau melaksanakan Hari Iedul Fitri. Selama satu bulan lamanya, umat Muslim dunia menjalankan ibadah Ramadhan yang ditutup dengan Shalat Ied, sebagai simbol Kemenangan umat islam. Berikut 7 Tradisi Lebaran di berbagai negara:

1. Indonesia
Umat Islam di Indonesia menjadikan Idul Fitri sebagai hari raya utama, momen untuk berkumpul kembali bersama keluarga, apalagi keluarga yang karena suatu alasan, misalnya pekerjaan atau pernikahan, harus berpisah. Mulai dua minggu sebelum Idul Fitri, umat Islam di Indonesia mulai sibuk memikirkan perayaan hari raya ini, yang paling utama adalah Mudik atau Pulang Kampung, sehingga pemerintah pun memfasilitasi dengan memperbaiki jalan-jalan yang dilalui. Hari Raya Idul Fitri di Indonesia diperingati sebagai hari libur nasional, yang diperingati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia yang memang mayoritas Muslim. Biasanya, penetapan Idul Fitri ditentukan oleh pemerintah, namun beberapa ormas Islam menetapkannya berbeda.
Idul Fitri di Indonesia disebut dengan Lebaran, dimana sebagian besar masyarakat pulang kampung (mudik) untuk merayakannya bersama keluarga. Selama perayaan, berbagai hidangan disajikan. Hidangan yang paling populer dalam perayaan Idul Fitri di Indonesia adalah ketupat, yang memang sangat familiar di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura. Bagi anak-anak, biasanya para orang tua memberikan uang raya kepada mereka. Selama perayaan, biasanya masyarakat berkunjung ke rumah-rumah tetangga ataupun saudaranya untuk bersilaturahmi, yang dikenal dengan “halal bi-halal”, memohon maaf dan keampunan kepada mereka. Beberapa pejabat negara juga mengadakan open house bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi.



2. Turki

Di Turki, Idul Fitri dikenal dengan sebutan Bayram (dari bahasa Turki). Biasanya setiap orang akan saling mengucapkan “Bayramınız Kutlu Olsun”, “Mutlu Bayramlar”, atau “Bayramınız Mübarek Olsun”. Pada Idul Fitri, masyarakat biasanya menggunakan pakaian terbaik mereka (dikenal sebagai Bayramlik) dan saling kunjung mengunjungi ketempat orang-orang yang mereka kasihi seperti keluarga, tetangga, dan teman-teman mereka serta menziarahi kuburan keluarganya yang telah tiada.
Pada masa itu, orang yang lebih muda akan mencium tangan kanan mereka yang lebih tua dan menempatkannya di dahi mereka selagi mengucapkan salam Bayram. Para anak-anak kecil juga biasa mendatangi rumah-rumah disekitar lingkungannya untuk mengucapkan salam, dimana mereka biasanya diberikan permen, cokelat, permen tradisional seperti Baklava dan Lokum, atau sejumlah kecil uang.


3. Arab Saudi

Di Arab Saudi, tepatnya di Riyadh, umat Islam mendekorasi rumah saat Idul Fitri tiba. Sejumlah perayaan digelar seperti pagelaran teater, pembacaan puisi, parade, pertunjukan musik, dan sebagainya. Soal menu Lebaran, umat Islam di sana menyantap daging domba yang dicampur nasi dan sayuran tradisional. Hal ini juga terjadi di Sudan, Suriah, dan beberapa negara Timur Tengah lainnya.



4. Nigeria
Nigeria adalah negara sekuler yang dihuni oleh sejumlah besar umat Islam dan Kristen. Oleh karena itu, sebagian Muslim merayakan perayaan Idul Fitri, dimana banyak pula orang Kristen turut berpartisipasi. Di Nigeria, Idul Fitri dikenal sebagai “Sallah Kecil” dan umumnya orang saling menyapa dengan ucapan tradisional: “Barka Da Sallah,” yang berarti “Salam di Sallah” dalam bahasa Hausa. Umumnya di Nigeria, ketika Ied ditetapkan sebagai hari libur nasional yang ditetapkan selama dua hari. Banyak keluarga Muslim pulang ke kampung halaman masing-masing untuk mengunjungi keluarga dan kerabat.


5. China
Di Republik Rakyat Cina, dari 56 kelompok etnis yang diakui secara resmi, 10 kelompok etnis diantaranya adalah mayoritas beragama Islam. Kelompok-kelompok Muslim ini secara total tercatat berjumlah 18 juta jiwa lebih menurut statistik resmi. Di Cina, tepatnya di Xinjiang, perayaan Lebaran justru tampak meriah. Kaum pria mengenakan jas khas dan kopiah putih, sementara wanita memakai baju hangat dan kerudung setengah tutup. Seusai salat Idul Fitri, pesta makan dan bersilaturahim pun dilakukan. Lebaran atau Iedul Fitri berhak dan ditetapkan sebagai hari libur.
Di propinsi Yunnan, beberapa umat Muslim pada Idul Fitri, mengunjungi makam leluhur dan makam tokoh Muslim setempat. Di sana, mereka akan melakukan pembacaan dari Al Qur’an dan membersihkan makam. Hal ini mengingatkan festival tahunan bersejarah Qingming Cina, di mana orang pergi kuburan nenek moyang mereka, menyapu dan membersihkan daerah itu dan membuat persembahan makanan. Ritual doa ini dilakukan doa khusus untuk menghormati ratusan ribu Muslim tewas selama Dinasti Qing, dan ratusan tewas selama Revolusi Kebudayaan. (**)



6. Amerika Utara
Umat Muslim di Amerika Utara pada umumnya merayakan Idul Fitri dengan cara yang tenang dan khidmat. Pada umumnya, penghujung Ramadan diumumkan via e-mail, website, atau melalui sambungan telepon. Umumnya, keluarga Muslim di Barat akan bangun sangat pagi sekali untuk menyiapkan makanan kecil. Setiap orang didorong untuk berpakaian formal dan baru. Banyak keluarga-keluarga yang memakai pakaian tradisional dari negara mereka, karena kebanyakan Muslim disana ialah imigran. Selanjutnya mereka akan pergi ke majlis yang paling dekat untuk salat. Salat itu bisa diadakan di masjid lokal, ruang pertemuan hotel, gelanggang, ataupun stadion lokal.




Salat Idul Fitri sangat penting, dan umat Muslim didorong untuk salat Id memohon ampunan dan pahala. Setelah salat, ada kutbah dimana imam memberikan nasihat bagi jamaahnya dan biasanya didorong untuk mengakhiri setiap kebencian ataupun kesalahan lampau yang mungkin mereka punya. Setelah salat dan kutbah, para jamaah saling memeluk dan satu sama lain saling mengucapkan selamat Idul Fitri. Muslim di Amerika Utara juga merayakan Idul Fitri dengan cara saling memberi dan menerima hadiah kepada keluarga.
7. Australia
Meskipun Australia sebuah negara non-Muslim dan sekuler, tetapi umat Islam di sini, diberikan ruang kebebasan untuk mempraktikkan agama mereka dengan besar. Banyak perusahaan besar di Australia memberikan libur khusus bagi pegawainya umat Islam untuk mengambil libur Idul Fitri.  Beberapa kota dimana Islam menjadi mayoritas memungkin jalanan umum dipelataran mesjid ditutup ketika Shalat Idul Fitri berlangsung. Sejak tahun 1987, tradisi Idul Fitri di Australia di meriahkan dalam format festival multi kultur yang diselenggarakan di Sydney. Festival ini telah berkembang dengan melibatkan puluhan ribu Muslim dan non-Muslim. Bahkan beberapa tamu penting hingga pejabat negara berkenan hadir sebagai tamu undangan. Sekarang festival ini telah diadopsi di banyak kota di Australia.


Jumat, 17 Agustus 2012

Menuju Kemenangan dengan Jiwa yang Merdeka

Ramadhan 1433 H tahun ini menjadi bulan yang sangat istimewa dengan adanya peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-67 dan hari raya Idul Fitri 1433 H. Dua moment penting ini seakan menjadi pertanda bagi kita untuk melakukan instrospeksi dan mengambil hikmah untuk kehidupan kita yang lebih baik.


Ibadah puasa dan amalan lainnya pada bulan Ramadhan yang kita lewati semoga bisa mengantarkan kita untuk meraih derajat taqwa sebagai hikmah dari kewajiban puasa yang telah Allah titahkan kepada kita. Sebelum bulan istimewa ini benar-benar meninggalkan kita, dan Idul Fitri hadir di tengah-tengah kita, sejatinya kita memperbanyak bertafakur dan melakukan muhâsabah: Apakah kita layak bergembira merayakan Idul Fitri, yang sering dimaknai sebagai ‘kembali ke fitrah’ dan juga sebagai ‘hari kemenangan’? Pertanyaan yang harus dijawab dengan jujur, agar kita meninggalkan bulan Ramadhan ini tanpa kesia-siaan serta merayakan Idul Fitri nanti dengan makna yang sangat berarti.
Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke-67
Tak terasa sudah 67 tahun rakyat Indonesia telah memproklamirkan kemerdekaannya. Membaca catatan sejarahnya, proklamasi kemerdekaan Indonesia 67 tahun lalu diselenggarakan pada bulan Ramadhan.  Sama halnya dengan tahun 2012 ini, perayaan HUT RI ini jatuh  bertepatan dengan bulan Ramadhan 1433 H.
Sejarah telah mengajarkan  bahwa meski kondisi fisik lemah sekalipun, bangsa Indonesia memiliki semangat membara untuk mewujudkan kemerdekaan terlepas dari belenggu penjajahan. Semangat yang lahir atas perasaan yang sama, perasaan ingin bebas dan merdeka.
Begitu pula dengan  puasa, munculnya rasa empati kepada sesama. Rasa empati yang memunculkan solidaritas dan semangat dalam jiwa.
Hari Raya Idul Fitri 1433 H
Tinggal hitungan beberapa hari lagi kita akan merayakan satu hari raya besar bagi umat muslim sedunia, hari dimana manusia kembali ke fitrahnya. Bersih dan suci setelah mengalami gemblengan selama satu bulan penuh di bulan ramadhan. Puasa adalah menahan dan mengendalikan apa yang membatalkan serta mengurangi nilai ibadah puasa. Sedangkan merdeka adalah suatu kondisi merasa bebas dan tidak terikat oleh suatu beban atau belenggu. Lantas apa kaitan puasa dengan kemerdekaan?
Meski ada kemungkinan umat islam di Indonesia merayakan Idul Fitri tidak secara bersamaan, namun hendaknya perbedaan ini dapat mendewasakan kita dan menjadikannya sebagai rahmat. Juga Bangsa Indonesia yang akan memperingati HUT kemerdekaannya yang ke -67, semoga dapat menjadi bangsa yang lebih berbudaya, maju, dan sejahtera rakyatnya. Dirgahayu Republik Indonesia ke-6.
Dengan jiwa yang berkobar dengan semangat Kemerdekaan, Mari kita menuju kemenangan agar kembali fitrah.

Rabu, 02 Mei 2012

Cerita Baridin yang Melegenda dari Cirebon

Mungkin cerita baridin ini tak asing lagi bagi masyarakat cirebon khususnya  Gegesik dan jagapura, karena cerita baridin ini sangat melegenda di telinga masyarakat cirebon bahkan makam baridin pun sampai sekarang masih ada dan masih utuh dari dulu sampai sekarang bahkan sekarang bagi sebagian orang memanfaatkan nya sebagai cara untuk mendapatkan pengasihan atau mendapatkan pacar yang selalu ingat sama si dia yang meminta nya atau istilahnya ngalap berkah. cerita baridin ini menceritakan tentang dua insan manusia yg berbeda baik itu status maupun kekayaan.
Baridin terlahir sebagai perjaka yg polos,jelek dan dari golongan orang miskin dan tidak punya apa-apa, sedangkan Suratmina atau lebih dikenal dengan sebutan Ratmina adalah gadis cantik dari golongan orang kaya,
mereka dipertemukan secara tidak sengaja dan akhirnya baridin jatuh cinta ma ratmina meskipun baru pertama kali melihatnya sedangkan Ratmina menolaknya bahkan Ratmina berani sumpah mau edan/gila jika sampai nikah sama baridin dengan bantuan sahabatnya baridin menjalankan puasa selama 40hari 40malam tanpa makan dan minum dengan melakukan puasa sambil membaca mantra JARAN GOYANG, akhirnya kemat ini sanggup meruntuhkan sifat benci Ratmina kepada baridin menjadi cinta gila. Yang dikuatirkan dari kemat ini adalah bukan saja membangkitkan gairah cinta, tapi persekutuan dengan iblis yang berbentuk manusia dan sanggup membuat orang menjadi GILA.

Sabtu, 31 Maret 2012

Cara Lengkap proses pembuatan BATIK

Dari dulu hingga sekarang, proses pembuatan batik tidak banyak mengalami perubahan. Kegiatan membatik merupakan salah satu kegiatan tradisional yang terus dipertahankan agar tetap konsisten seperti bagaimana asalnya. Walaupun motif dan corak batik di masa kini sudah beraneka ragam, proses pembuatan batik pada dasarnya masih sama. Berikut ini adalah uraian lebih detailnya:

A. Perlengkapan Membatik

Perlengkapan membatik tidak banyak mengalami perubahan. Dilihat dari peralatan dan cara mengerjakannya, membatik dapat digolongkan sebagai suatu kerja yang bersifat tradisional.

1) Gawangan

blog-apa-aja.blogspot.com

Gawangan adalah perkakas untuk menyangkutkan dan membentangkan mori sewaktu dibatik. Gawangan terbuat dari kayu atau bambu. Gawangan harus dibuat sedemikian rupa hingga kuat, ringan, dan mudah dipindah-pindah.

2) Bandul

blog-apa-aja.blogspot.com

Bandul dibuat dari timah, kayu, atau batu yang dimasukkan ke dalam kantong. Fungsi pokok bandul adalah untuk menahan agar mori yang baru dibatik tidak mudah tergeser saat tertiup angin atau tertarik oleh si pembatik secara tidak sengaja.

3) Wajan

blog-apa-aja.blogspot.com

Wajan adalah perkakas utuk mencairkan malam. Wajan dibuat dari logam baja atau tanah liat. Wajan sebaiknya bertangkai supaya mudah diangkat dan diturunkan dari perapian tanpa menggunakan alat lain.

4) Kompor

blog-apa-aja.blogspot.com

Kompor adalah alat untuk membuat api. Kompor yang biasa digunakan adalah kompor berbahan bakar minyak. Namun terkadang kompor ini bisa diganti dengan kompor gas kecil, anglo yang menggunakan arang, dan lain-lain. Kompor ini berfungsi sebagai perapian dan pemanas bahan-bahan yang digunakan untuk membatik.

5) Taplak

blog-apa-aja.blogspot.com

Taplak adalah kain untuk menutup paha si pembatik agar tidak terkena tetesan malam panas sewaktu canting ditiup atau waktu membatik.

6) Saringan Malam

blog-apa-aja.blogspot.com

Saringan adalah alat untuk menyaring malam panas yang memiliki banyak kotoran. Jika malam tidak disaring, kotoran dapat mengganggu aliran malam pada ujung canting. Sedangkan bila malam disaring, kotoran dapat dibuang sehingga tidak mengganggu jalannya malam pada ujung canting sewaktu digunakan untuk membatik.

Ada bermacam-macam bentuk saringan, semakin halus semakin baik karena kotoran akan semakin banyak tertinggal. Dengan demikian, malam panas akan semakin bersih dari kotoran saat digunakan untuk membatik.

7) Canting

blog-apa-aja.blogspot.com

Canting adalah alat yang dipakai untuk memindahkan atau mengambil cairan, terbuat dari tembaga dan bambu sebagai pegangannya. Canting ini dipakai untuk menuliskan pola batik dengan cairan malam. Saat ini, canting perlahan menggunakan bahan teflon.

8) Mori

blog-apa-aja.blogspot.com

Mori adalah bahan baku batik yang terbuat dari katun. Kualitas mori bermacam-macam dan jenisnya sangat menentukan baik buruknya kain batik yang dihasilkan. Mori yang dibutuhkan disesuaikan dengan panjang pendeknya kain yang diinginkan.

Tidak ada ukuran pasti dari panjang kain mori karena biasanya kain tersebut diukur secara tradisional. Ukuran tradisional tersebut dinamakan kacu. Kacu adalah sapu tangan, biasanya berbentuk bujur sangkar.

Jadi, yang disebut sekacu adalah ukuran persegi mori, diambil dari ukuran lebar mori tersebut. Oleh karena itu, panjang sekacu dari suatu jenis mori akan berbeda dengan panjang sekacu dari mori jenis lain.

Namun di masa kini, ukuran tersebut jarang digunakan. Orang lebih mudah menggunakan ukuran meter persegi untuk menentukan panjang dan lebar kain mori. Ukuran ini sudah berlaku secara nasional dan akhirnya memudahkan konsumen saat membeli kain batik. Cara ini dapat mengurangi kesalahpahaman dan digunakan untuk menyamakan persepsi di dalam sistem perdagangan.

9) Malam (Lilin)

blog-apa-aja.blogspot.com

Malam (lilin) adalah bahan yang dipergunakan untuk membatik. Sebenarnya malam tidak habis (hilang) karena pada akhirnya malam akan diambil kembali pada proses mbabar, proses pengerjaan dari membatik sampai batikan menjadi kain. Malam yang dipergunakan untuk membatik berbeda dengan malam (lilin) biasa. Malam untuk membatik bersifat cepat diserap kain, tetapi dapat dengan mudah lepas ketika proses pelorodan.

10) Dhingklik (Tempat Duduk)

blog-apa-aja.blogspot.com

Dhingklik (tempat duduk) adalah tempat untuk duduk pembatik. Biasanya terbuat dari bambu, kayu, plastik, atau besi. Saat ini, tempat duduk dapat dengan mudah dibeli di toko-toko.

11) Pewarna Alami

blog-apa-aja.blogspot.com

Pewarna alami adalah pewarna yang digunakan untuk membatik. Pada beberapa tempat pembatikan, pewarna alami ini masih dipertahankan, terutama kalau mereka ingin mendapatkan warna-warna yang khas, yang tidak dapat diperoleh dari warna-warna buatan. Segala sesuatu yang alami memang istimewa, dan teknologi yang canggih pun tidak bisa menyamai sesuatu yang alami.

Itulah jenis perlengkapan membatik yang harus ada. Proses membatik memerlukan waktu yang cukup lama, terlebih kalau kain yang dibatik sangat luas dan coraknya cukup rumit.

B. Proses Membatik

Di masa kini, pengusaha batik juga menyediakan pendidikan batik kilat pada anak-anak sekolah dan masyarakat umum. Yang diajarkan adalah tata cara membatik dengan benar, dan biasanya menggunakan kain selebar saputangan sebagai percobaan. Dengan demikian, proses membatik itu dapat dikerjakan hanya dalam beberapa jam dan biaya yang diperlukan pun sangat kecil. Tradisi ini sangat bagus untuk memperkenalkan proses membatik kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Berikut ini adalah proses membatik yang berurutan dari awal hingga akhir. Penamaan atau penyebutan cara kerja di tiap daerah pembatikan bisa berbeda-beda, tetapi inti yang dikerjakannya adalah sama.

1) Ngemplong

blog-apa-aja.blogspot.com

Ngemplong merupakan tahap paling awal atau pendahuluan, diawali dengan mencuci kain mori. Tujuannya adalah untuk menghilangkan kanji. Kemudian dilanjutkan dengan pengeloyoran, yaitu memasukkan kain mori ke minyak jarak atau minyak kacang yang sudah ada di dalam abu merang. Kain mori dimasukkan ke dalam minyak jarak agar kain menjadi lemas, sehingga daya serap terhadap zat warna lebih tinggi.

Setelah melalui proses di atas, kain diberi kanji dan dijemur. Selanjutnya, dilakukan proses pengemplongan, yaitu kain mori dipalu untuk menghaluskan lapisan kain agar mudah dibatik.

2) Nyorek atau Memola

blog-apa-aja.blogspot.com

Nyorek atau memola adalah proses menjiplak atau membuat pola di atas kain mori dengan cara meniru pola motif yang sudah ada, atau biasa disebut dengan ngeblat. Pola biasanya dibuat di atas kertas roti terlebih dahulu, baru dijiplak sesuai pola di atas kain mori. Tahapan ini dapat dilakukan secara langsung di atas kain atau menjiplaknya dengan menggunakan pensil atau canting. Namun agar proses pewarnaan bisa berhasil dengan baik, tidak pecah, dan sempurna, maka proses batikannya perlu diulang pada sisi kain di baliknya. Proses ini disebut ganggang.

3) Mbathik

blog-apa-aja.blogspot.com

Mbathik merupakan tahap berikutnya, dengan cara menorehkan malam batik ke kain mori, dimulai dari nglowong (menggambar garis-garis di luar pola) dan isen-isen (mengisi pola dengan berbagai macam bentuk). Di dalam proses isen-isen terdapat istilah nyecek, yaitu membuat isian dalam pola yang sudah dibuat dengan cara memberi titik-titik (nitik). Ada pula istilah nruntum, yang hampir sama dengan isen-isen, tetapi lebih rumit.

4) Nembok

blog-apa-aja.blogspot.com

Nembok adalah proses menutupi bagian-bagian yang tidak boleh terkena warna dasar, dalam hal ini warna biru, dengan menggunakan malam. Bagian tersebut ditutup dengan lapisan malam yang tebal seolah-olah merupakan tembok penahan.

5) Medel

blog-apa-aja.blogspot.com

Medel adalah proses pencelupan kain yang sudah dibatik ke cairan warna secara berulang-ulang sehingga mendapatkan warna yang diinginkan.

6) Ngerok dan Mbirah

blog-apa-aja.blogspot.com

Pada proses ini, malam pada kain dikerok secara hati-hati dengan menggunakan lempengan logam, kemudian kain dibilas dengan air bersih. Setelah itu, kain diangin-anginkan.

7) Mbironi

blog-apa-aja.blogspot.com

Mbironi adalah menutupi warna biru dan isen-isen pola yang berupa cecek atau titik dengan menggunakan malam. Selain itu, ada juga proses ngrining, yaitu proses mengisi bagian yang belum diwarnai dengan motif tertentu. Biasanya, ngrining dilakukan setelah proses pewarnaan dilakukan.

8) Menyoga

blog-apa-aja.blogspot.com

Menyoga berasal dari kata soga, yaitu sejenis kayu yang digunakan untuk mendapatkan warna cokelat. Adapun caranya adalah dengan mencelupkan kain ke dalam campuran warna cokelat tersebut.

9) Nglorod

blog-apa-aja.blogspot.com

Nglorod merupakan tahapan akhir dalam proses pembuatan sehelai kain batik tulis maupun batik cap yang menggunakan perintang warna (malam). Dalam tahap ini, pembatik melepaskan seluruh malam (lilin) dengan cara memasukkan kain yang sudah cukup tua warnanya ke dalam air mendidih. Setelah diangkat, kain dibilas dengan air bersih dan kemudian diangin-arginkan hingga kering. Proses membuat batik memang cukup lama. Proses awal hingga proses akhir bisa melibatkan beberapa orang, dan penyelesaian suatu tahapan proses juga memakan waktu. Oleh karena itu, sangatlah wajar jika kain batik tulis berharga cukup tinggi.

Sumber: http://blog-apaaja.blogspot.com/2012/03/inilah-proseslengkap-dan-cara.html

Selasa, 06 Maret 2012

Kesenian Sampyong


Pada tahun 1960,di daerah Cibodas Kec.Majalengka Tumbuh sebuah permainan rakyat yang dikenal dengan ujungan.Permainan ini merupakan permainan adu ketangkasan dan kekuatan memukul dan dipukul dengan menggunakan alat yang terbuat dari rotan yang berukuran 60 cm.Pemain terdiri atas 2 orang yang saling berhadapan,baik laki-laki maupun perempuan,dipimpin oleh seorang wasit yang disebut Melendang.Kedua pemain menggunakan tutup kepala yang terbuat dari kain yang diisi dengan bahan-bahan empuk sebagai pelindung kepala.Tutup kepala demikian dikenal pula dengan sebutan balakutak.Sasaran pukulan pada pemain Ujungan tidak terbatas,dari ujung kepala hingga ujung kaki tanpa tangkis.Seorang pemain dapat memukul lawannya dengan sebanyak-banyaknya,hingga slah seorang dikatakan kalah karena tidak kuat lagi menahan rasa sakit akibat pukulan.

Ujungan tidak dikategorikan seni beladiri,karena seorang pemain tidak melakukan jurus tangkisan.Walaupun demikian,permaian ini tetap dianggap sebagai sebuah karya seni karena didalamnya terdapat unsur kesenian,misalnya seperangkat gamelan pencak silat yang ditabuh sepanjang permainan Ujungan dilaksanakan.Adegan ibing pencak silat yang dibawakan oleh kedua pemain dan bahkan malandang,disajikan sebagai bumbu permainan ini.Sebelum melakukan pukulan,kedua pemain melkukan mincid pencak silat yang manis.Pukulan dilakukan ditandai seruan sang malandang:"Briuk"yang disusul kemudian dengan pukulan ke arah yang diinginkan.

Karena sifat permainan yang terlalu bebas,maka permainan ini dianggap terlalu berbahaya dan tidak banyak orang yang sanggup memainkannya.Beberapa tokoh ujungan mencoba membuat penyempurnaan-penyempurnaan,dengan cara menyederhanakan aturan permainan.Setidaknya terdapat tiga butir aturan esensial yang terdapat pada aturan permainan yang baru,yaitu: (1)seorang pemain diperkenankan memukul sebanyak 3 kali pukulan. (2)sasaran pukulan hanya sebatas betis bagian belakang,tidak boleh lebih dari itu. (3)pemain dapat bermain pada kelas yang ditentukan menurut usia,misalnya golongan tua.menengah,pemuda dan anak-anak.

Seiring dengan berlakunya peraturan yang baru itu,maka nama ujungan pun ditinggalkan.Nama permainan yang lebih populer adalah Sampyong yang menurut beberapa narasumber berasal dari bahasa China,yaitu Sam=tiga dan Poyong=pikulan.Nama baru itu terucap begitu saja dari salah seorang penonton keturunan China ketika ia menyaksikan permaian tersebut.Kiranya ia tertarik pada jumlah pukulan pada permainan itu hingga kemudian terucap kata Sampyong yang kemudian melekat menjadi sebutan permaianan sampai sekarang.

Tokoh-tokoh yang berjasa mengembangkan seni Sampyong antara lain: Sanen (almarhum),Abah Lewo,Mamg Kiyun,Mang Karta,K.almawi,Baron,Toto,Komar,Anah,Emin dan beberapa tokoh lainnya yang tersebar dibeberapa daerah di Majalengka:berkat keuletan para tokoh itu,Sampyong tersebar di beberapa daerah lainnya,seperti Cibodas,Kulur,Sindangkasih,Cijati,Simpeureum,dan beberapa daerah lainnya.sebagai kehormatan,kelompok seni Sampyong Mekar Padesan dari Simpeureum pernah mewakili Jawa Barat pada event pertunjukan seni olah raga di Bali pada waktu yang lalu. (M.saroni.Drs.MAg).

Sumber: http://dmargalih.multiply.com/journal/item/7/Sampyong_Kesenian_Khas_Daerah_Majalengka?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fite

Minggu, 12 Februari 2012

Koleksi foto muludan Gegesik 2012

Meskipun pada hari H muludan gegesik ini sempat di guyur hujan dan angin lebat namun tidak menyurutkan antusiasme dari ribuan orang yang datang pada karnaval tahunan ini,

pada saat kirab budaya dan karnaval maulid nabi tersebut saya sempat mengabadikan berapa jepretan foto, berikut hasil dari jepretan saya:


para abg juga ikut memeriahkan kirab budaya tahunan ini



Rabu, 08 Februari 2012

Kirab budaya Muludan Gegesik - Cirebon 2012


salah satu benda pusaka yang diarak adalah Gruda

Karanaval dan kirab budaya tahunan yang dilaksanakan pada hari Rabu(08-02-2012) pukul 14.00 di kecamatan gegesik-Cirebon dalam rangka memperingati maulid nabi muhammad SAW berlangsung hikmat, walaupun sempat diguyur hujan dan angin lebat tidak menyurutkan antusiasme masyarakat se-wilayah 3 cirebon untuk menyaksikan kirab budaya ini.


salah satu duplikat paksi nagaliman untuk peserta khitana massal

Kirab budaya ini mengarak berbagai benda pusaka yang di miliki kecamatan gegesik cirebon,diantaranya GRUDA Bentuk dari Gruda tersebut terlihat kuat, kokoh, gagah dan sangat religious sehingga pada dewasa ini banyak warga datang dan ikut menyaksikan acara tersebut, seperti gegesik dan sekitarnya bahkan dari kabupaten lain, seperti Indramayu, Kuningan , Majalengka dan kota Cirebon.,dan diikuti oleh seluruh jajaran muspika kecamatan gegesik dari mulai perangkat Desa dan Kuwu,Camat gegesik, Kapolsek, serta di ikuti pula oleh peserta karnaval yang berasal dari masyarakat 5 desa di kecamatan gegesik - cirebon sendiri. masing masing desa membuat berbagai bentuk kreasi seni,dan yang lebih penting lagi dan intinya yaitu Sunatan massal dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, dan karnaval tersebut bertujuan untuk menghibur peserta Sunatan massal dan melestarikan budaya daerah agar tidak punah.


Hasil kreasi dari masyarakat gegesik bebentuk naga hijau VS naga terbang

salah satu peserta khitaan massal

Kamis, 05 Januari 2012

Kesenian Brai


Kesenian Brai berasal dari Wilayah Cirebon Brai berasal dari kata birahi atau kasmaran yaitu cinta kepada Allah. Karena itu bernafaskan Islam dan berkembang sejak zaman Sunan Gunung Jati dan digunakan sebagai sarana pengembangan ajaran agama Islam. Waditra yang digunakan adalah 2 buah terbang dan gendang.

Busana yang digunakan adalah busana muslim lengkap dengan jilbabnya bagi pemain wanita dan bagi pemain pria baju takwa, kopiah dan sarung.

Senin, 05 September 2011

Makam Syekh Magelung Sakti


Merupakan salah satu seorang pendekar yang dapat mengalahkan Nyi Mas Gandasari dan disegani karena disamping sebagai salah seorang pendekar juga, beliau juga dikenal sebagai seorang yang berjasa dalam penyebaran Agama Islam ditanah Cirebon. Makam beliau terletak di desa Karang Kendal Kecamatan Kapetakan, 21 Km dari Ibukota Sumber.

Jumat, 26 Agustus 2011

Pasar Sandang Tegal Gubug



Pasar Tegalgubug-Arjawinangun dikenal sebagai sentra penjualan tekstil terbesar di Asia Tenggara. Para pemudik dapat berbelanja aneka tekstil, mulai dari kain meteran / kiloan sampai pakaian jadi dengan harga yang lebih murah.

Bidang perdagangan yang mereka lakukan itu berupa penjualan bahan-bahan sandang yang dipusatkan di Pasar Tegalgubug, yang berjarak kurang lebih 500 meter dari desa mereka. Tak hanya pakaian jadi, namun barang-barang lain yang mereka jual adalah bahan dasar pakaian, kerudung, taplak meja, gorden, seprei, maupun bahan sandang lainnya. Barang-barang yang dijual di Pasar Tegalgubug itu asli buatan tangan mereka sendiri.

Setiap hari, denyut kehidupan warga di dua desa itu seolah tak pernah mati. Deru mesin jahit dan hamparan kain yang akan dibuat menjadi barang sandang siap pakai, akan mudah ditemui dalam keseharian sekitar 6.000 warga di Desa Tegalgubug dan 8.124 warga di Desa Tegalgubug Lor. Proses pembuatan barang-barang sandang tersebut dilakukan di rumah masing-masing warga. Aktivitas itu dengan sendirinya telah menjadikan kedua desa tersebut sebagai kawasan home industry.

Desa Tegalgubug dan Desa Tegalgubug Lor terbagi menjadi lima blok, yakni blok satu sampai blok lima. Setiap blok itu masing-masing memiliki produk keunggulan. Untuk Blok Satu, produk yang diunggulkan berupa pakaian jadi, Blok Dua unggul dalam produk kelambu tempat tidur dan taplak meja. Blok Tiga unggul dalam produk kerudung maupun pakaian jadi. Blok Empat unggul dalam penjualan bahan dasar pakaian, dan blok lima unggul dalam produk seprei dan sarung bantal, taplak meja, maupun celana panjang.

Seluruh produk yang mereka buat itu selalu disesuaikan dengan tren yang sedang berkembang di tengah-tengah masyarakat, atau yang sering dikenakan para artis sinetron terkenal yang sedang naik daun. Bahkan, mereka pun menamakan produknya sesuai dengan nama artis atau tokoh yang mengenakan model pakaian tersebut. Karenanya, jangan heran jika menemukan ada kerudung ‘Benazir’ (Bhuto), kerudung ‘Teh Ninih’, baju ‘A Rafiq’, baju ‘Talita’ (sinetron Cahaya), ataupun baju ‘Azizah’ (sinetron Azizah).

Barang-barang sandang yang telah mereka produksi itu lantas dijual di Pasar Tegalgubug. Namun, keberadaan pasar itu tidak berlangsung setiap hari, hanya Selasa dan Sabtu yang menjadi hari ‘pasaran’ di pasar tersebut. Karenanya, setiap Senin dan Jumat sore, ribuan warga di dua desa itu akan berduyun-duyun mengangkut barang dagangan yang telah mereka produksi ke pasar tersebut, baik dengan menggunakan mobil bak terbuka ataupun becak.

Aktivitas perdagangan di Pasar Tegalgubug biasa dimulai selepas shalat Isya hingga keesokan harinya sekitar pukul 14.00 WIB. Para pembeli yang datang ke pasar tersebut tak hanya berasal dari wilayah Cirebon, melainkan juga berasal dari berbagai daerah lainnya di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga negeri jiran Malaysia, bahkan negeri jauh seperti Afrika Selatan, Korea Selatan, maupun Nigeria. Selain kualitas yang bagus dan ketersediaan model pakaian yang lengkap, Pasar Tegalgubug pun diburu para pembeli karena harganya yang jauh lebih murah dibandingkan harga barang serupa di pusat perbelanjaan ataupun di toko biasa.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Ir H Maslani Samad (47), menjelaskan, sejarah Pasar Tegalgubug dimulai sekitar tahun 1914. Saat itu, warga setempat menggantungkan hidupnya dengan membuat dan menjual kemben, yakni perlengkapan kebaya kaum perempuan pada masa itu. Pasalnya, kaum perempuan di Tegalgubug memang mahir dalam menjahit. Para pembeli kemben itu berasal dari luar wilayah Cirebon. Mereka berdatangan dengan menggunakan pedati pada malam hari.

Seiring berlalunya waktu, aktivitas perdagangan di Pasar Tegalgubug pun terus berjalan. Namun, aktivitas perdagangan itu belum dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Karenanya, kaum lelaki di desa tersebut lantas merantau ke Bandung untuk menjadi tukang becak. Tahun 1960-an, di Bandung mulai menjamur industri tekstil. Seringkali, pabrik-pabrik tekstil itu membuang sisa-sisa kain yang tidak mereka gunakan.

“Melihat hal itu, para tukang becak yang berasal dari Tegalgubug memungut sisa-sisa kain tersebut dan membawanya pulang. Mereka yakin kain-kain itu dapat dimanfaatkan bila diolah lebih lanjut oleh istri mereka yang memang pandai menjahit,” ujar H Maslani.

Keyakinan para tukang becak itu memang tidak keliru. Kain-kain sisa yang telah dijahit menjadi pakaian jadi itu, sangat laku dijual di Pasar Tegalgubug. Bahkan, permintaan pun terus meningkat hingga akhirnya mereka tak lagi hanya menggunakan kain sisa untuk dijahit menjadi pakaian jadi, melainkan juga membeli kain secara utuh.

Melalui promosi dari mulut ke mulut, keberadaan Pasar Tegalgubug pun semakin dikenal. Apalagi, lokasinya yang terletak di sisi jalur utama pantura penghubung Jakarta dan Jateng, menjadikan Pasar Tegalgubug sangat mudah untuk dijangkau oleh para pembeli yang datang dari berbagai daerah. Tercatat, ada sekitar 5.000 pedagang yang kini berjualan di Pasar Tegalgubug.

“Barang-barang di Pasar Tegalgubug sangat laku hingga perputaran uang di pasar ini bisa mencapai kurang lebih Rp 5 miliar untuk setiap hari pasaran. Dengan demikian, jika dihitung satu bulan, maka perputaran uang di pasar ini bisa mencapai kurang lebih Rp 40 miliar,” tutur H Maslani, yang memiliki usaha pembuatan perlengkapan pesta pernikahan dengan nama produk Sanga Sanga Production.

Salah seorang pemilik usaha penjualan bahan dasar pakaian, Hj Sofiyatun, menuturkan, omset penjualannya untuk setiap hari pasaran rata-rata mencapai Rp 200 juta. Bahkan jika permintaan dari pembeli sedang ramai, omset penjualannya bisa mencapai Rp 500 juta untuk setiap hari pasaran. ”Alhamdulillah. Padahal saya memulai usaha ini dengan hanya bermodalkan awal Rp 300 ribu,” kata Hj Sofiyatun.

Menurut H Maslani, aktivitas perdagangan bahan sandang tersebut telah mampu mengubah tingkat perekonomian warga Desa Tegalgubug dan Desa Tegalgubug menjadi jauh lebih baik. Meski desa mereka bernama ‘gubug’ yang berarti rumah sederhana yang berdinding pagar dan beratap jerami, namun kini rumah-rumah warga di desa itu telah berubah menjadi rumah permanen berdinding dan berlantai marmer. Anak-anak mereka pun tidak sedikit yang dapat mengenyam pendidikan hingga tingkat strata satu dan strata dua di berbagai perguruan tinggi. Dan sebagai rasa syukur kehadirat Sang Mahakuasa yang telah melapangkan rezeki, mayoritas warga di dua desa itu rata-rata telah menunaikan ibadah haji, bahkan hingga beberapa kali.

“Namun memang, setiap usaha pasti ada pasang surutnya,” tutur H Maslani.

Maslani menjelaskan, penurunan aktivitas perdagangan di Pasar Tegalgubug pernah terjadi saat harga BBM naik sangat tinggi pada tahun 2001-an, yang menyebabkan daya beli masyarakat menurun. Selain itu, faktor alam berupa gelombang laut yang tinggi juga turut berpengaruh karena pembeli di Pasar Tegalgubug banyak juga yang berasal dari luar pulau Jawa.
Berani mencoba? Datang saja ke Tegalgubug.

Visit CIREBON

Visitor