. "Cirebon Site": gunung jati
Unduh Adobe Flash player
Tampilkan postingan dengan label gunung jati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gunung jati. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Januari 2013

Panjang Jimat Muludan Cirebon


Cirebon dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran Islam di Jawa Barat. Dalam menyambut Maulid Nabi, Cirebon mempunyai acara yang khusus dan sakral bernama Muludan. Puncak perayaan yang diagungkan oleh masyarakat Cirebon tersebut adalah Panjang Jimat. Tahun ini perayaan sakral tersebut akan dilaksanakan tanggal 24 januari 2013 tepatnya hari kamis besok.

Panjang Jimat merupakan salah satu acara yang terbesar di Cirebon dalam merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang disebut Muludan. Prosesi Muludan di Cirebon diawali dengan perhelatan pasar malam yang meriah di alun-alun Kraton Kasepuhan, yang bersisian dengan Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Perayaan ini tidak hanya akan dihadiri oleh masyarakat Cirebon, tapi juga dari Bandung, Banten dan Jakarta, bahkan wisatawan asing.

Panjang Jimat yang akan menjadi puncak acara, adalah tradisi yang sudah berlangsung selama ratusan tahun dan masih dipertahankan sampai sekarang. Acara Panjang Jimat dilakukan di tiga keraton, yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, dan Keraton Kacirebonan, serta di makam Sunan Gunung jati. Sebelum perayaan berlangsung, berhari-hari sebelumnya pihak dari keraton sudah sibuk membersihkan dan menyiapkan beberapa sajian.

Acara Panjang Jimat adalah perayaaan yang besar dan sakral. Panjang Jimat mengajak setiap umat Islam untuk terus mengingat dan mengerjakan ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW. Dalam acara ini, Anda akan melihat iring-iringan dari benda-benda pusaka di dalam tiap Keraton yang menjadi simbol dan peninggalan-peninggalan saat masa penyebaran agama Islam di Cirebon. Panjang Jimat mengandung unsur adat, budaya dan kandungan-kandungan dari agama Islam.

Panjang Jimat memiliki arti, yaitu panjang atau waktu yang lama dan jimat yaitu 'siji di rumat' yang mempunyai arti dua kalimat syahadat yang secara terus-menurus dipelihara dan diamalkan. Dalam acara Panjang Jimat, juga diadakan bacaan-bacaan shalawat yang memuji dan mendoakan Nabi Muhammad SAW. Serta ada ceramah tentang kisah-kisah Nabi Muhammad SAW yang patut dicontoh dan diteladani.

Selasa, 25 Desember 2012

Sejarah Singkat Tari Topeng Cirebon

      Pada masa Cirebon menjadi pusat penyebaran agama Islam, Sultan Cirebon; Syekh Syarif Hidayatulah yang juga seorang anggota Dewan Wali Sanga yang bergelar Sunan Gunung Jati, bekerja sama dengan Sunan Kalijaga memfungsikan Tari Topeng dan 6 (enam) jenis kesenian lainnya sebagai bagian dari upaya penyebaran agama Islam dan sebagai tontonan di lingkungan Keraton. Adapun Keenam kesenian tersebut adalah Wayang Kulit, Gamelan Renteng, Brai, Angklung, Reog dan Berokan. Jauh sebelum Tari Topeng masuk ke Cirebon, Tari Topeng tumbuh dan berkembang sejak abad 10 –11 M. Pada masa pemerintahan Raja Jenggala di Jawa Timur yaitu Prabu Panji Dewa. Melalui seniman jalanan (pengamen) Seni Tari Topeng masuk ke Cirebon dan kemudian mengalami perpaduan dengan kesenian rakyat setempat.

     Jenis-jenis Tari Topeng Cirebon yaitu sbb:
  1. Panji Menggambarkan kesucian manusia yang baru lahir. Gerakannya halus dan lembut. Tidak seluruh tubuh digerakan. 
  2. Samba atau Pamindo Melambangkan kelincahan manusia dimasa kanak-kanak. Sikapnya lincah dan lucu tetapi juga luwes. 
  3. Rumyang Menggambarkan kehidupan seorang remaja pada masa akil baligh. 
  4. Tumenggung atau Patih Menggambarkan manusia yang sudah menginjak dewasa dan telah menemukan jati dirinya. Sikapnya tegas, berkepribadian, bertanggung jawab dan memiliki jiwa korsa yang Paripurna. 
  5. Kelana atau Rahwana Melambangkan sifat angkara murka yang terdapat dalam manusia.

Jumat, 24 Agustus 2012

TRADISI SYAWALAN Di Makam Sunan Gunung Jati Cirebon

Upacara tahlilan/selamatan Sultan Cirebon dan para kerabatnya dengan berpakaian adat kebesaran berkunjung ke makam Gunung Jati Desa Astana (6 Km dari Kota Cirebon), dalam acara ini juga banyak berdatangan para peziarah dari masyarakat Cirebon dan sekitarnya termasuk juga dari berbagai daerah di Pulau Jawa , bahkan luar Jawa.

 Acara Grebeg Syawal yang merupakan tanda selesainya puasa sunnah selama satu minggu setelah perayaan Idul Fitri 1433 H, yang Insya Allah akan dilaksanakan pada hari minggu pagi, 26 Agustus 2012 di makam sunan gunung jati Cirebon. Grebeg syawal merupakan adat masyarakat Cirebon dan sekitarnya yang diadakan setiap tahunsetiap tahun, tepatnya tujuh hari setelah hari raya Idul Fitri. Dalam acara ini pihak Keraton Cirebon mengadakan ziarah ke makam Sunan Gunung jati serta keluarga keraton yang dikebumikan di makam Gunung Jati.

Namun terkadang dari tahun tahun sebelumnya acara yang sakral ini dibesar-besarkan oleh berbagai kalangan yang datang, sehingga unsur religi yang ada di pokok acara seolah-olah tidak nampak. yang terlihat oleh umum hanya segi hura-huranya seperti pedagang yang menjajakan dagangannya serta lainnya, namun itu semua tergantung niat kita.

Kegiatan tersebut biasanya diakhiri dengan tabur bunga di pusara keluarga Keraton baik dari Kesepuhan, Kanoman, Keprabonan dan Kecirebonan.

Senin, 06 Februari 2012

Peringatan Maulid Nabi, Cirebon Gelar Tradisi Panjang Jimat





Panjang Jimat yang menjadi puncak acara Maulud Nabi Muhammad adalah tradisi yang sudah berlangsung selama ratusan tahun dan masih dipertahankan sampai sekarang. Berlangsungnya acara Panjang Jimat di Keraton Kasepuhan dilaksanakan pada Hari Jum'at (5/2) kemarin sangat khidmat. Prosesi adat Panjang Jimat yang merupakan refleksi dari proses kelahiran Nabi Muhammad SAW ini mempunyai makna tersendiri. Panjang berarti panjang atau waktu yang lama dan Jimat yaitu ‘siji di rumat’ yang mempunyai arti dua kalimat syahadat yang secara terus-menerus dipelihara dan diamalkan.
Acara yang dimulai sejak pukul 19.30 ini dihadiri oleh masyarakat yang tidak hanya datang dari Cirebon, melainkan dari kota-kota lain. Bahkan, sejumlah pejabat nasional seperti Menko Kesra Agung Laksono, Ditjen NBSF Kementerian Pariwisata, Ditjen Kesbangpol Kemendagri, anggota DPR RI, deputy set wapres RI, utusan Gubernur Banten, utusan Bupati Siak Riau, serta pejabat lainnya turut hadir pada prosesi ini.
Prosesi ritual Panjang Jimat dilanjutkan dengan mengarak sesajen berupa makanan yang diletakkan dalam panjang (piring) dan pusaka Kraton oleh wargi kraton menuju Langgar Agung di Komplek Kraton Kasepuhan.
Ribuan warga turut serta menyaksikan dan berharap bisa mendapatkan barokah dengan menghadiri ritual panjang jimat tersebut.

Sabtu, 24 Desember 2011

Karnaval Nadran (pesta Laut) di Desa Astana Gunung jati Cirebon

Cirebon, 23 Desember 2011.-. Kompleks Pemakaman Sunan Gunung Djati di Desa Astana Kecamatan Gunung jati Kabupaten Cirebon di padati oleh ribuan orang yang menyaksikan karnaval atau arak-arakan yang digelar menjelang tradisi nadran (pesta laut) masyarakat setempat.

Arak-arakan diikuti berbagai desa dari sejumlah kecamatan. Arak-arakan akan mengambil start dari kompleks Makam Kramat Gunung Djati melewati jalur pantura Cirebon-Indramayu sepanjang hampir 5km. Arus lalu-lintas di ruas jalur ini lumpuh selama pesta rakyat tersebut berlangsung.

Sepanjang jalan yang akan dilalui arak-arakan dari Desa Astana hingga depan gedung negara di Krucuk Kota Cirebon, ratusan replika berbagai bentuk binatang, kendaraan dan lain-lain, hasil kreasi masyarakat dari sejumlah kecamatan. Seperti Kecamatan Gunung Jati, Kapetakan, Mundu, Gegesik, Tengah Tani, Suranenggala dan lainnya. Berbagai bentuk kesenian dan budaya juga akan ditampilkan dalam pesta tahunan tersebut. Uniknya kresi yang di buat ini merupakan ukuran yang sangat besar.
Berikut beberapa kreasi dari masyarakat yang dibuat pada karnaval nadran tersebut:
1.

ini merupakan bentuk kreasi dari masyarakat kabupaten cirebon dalam bentuk paksi yang merupakan kereta pusaka dari cirebon. paksi ini dibuat dengan skala yang lumayan besar dan di arak di atas mobil, karena ukurannya besar paksi ini mendapat banyak perhatian dari masyarakat yang menyaksikannya.

2.

ini merupakan kreasi masyarakat desa astana yang berbentuk naga.
3.

ini adalah salah satu kreasi dalam bentuk ilustrasi dari cerita ramayana yng dibuat yang demikian besar.
kreasi ini berjumlah hampir mencapai 300 yang dinilai oleh setiap dewan juri dan mendapat hadiah dari pihak penyelenggara.



Pada malam harinya, rangkaian kegiatan nadran menampilkan pertunjukkan kesenian rakyat seperti wayang kulit, wayang golek,sandiwara dan lainnya. Tradisi nadran sendiri merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan dan petani kepada Tuhan yang telah memberikan rejeki lewat hasil tangkapan ikan dan hasil bumi yang melimpah.

Setiap tahun penyelenggaraan karnaval berlangsung ba'da Jumatan. Tradisi ini rutin digelar setiap menjelang musim tanam dan dijadikan sebagai patokan petani untuk memulai musim tanam

Rabu, 05 Januari 2011

arak-arakan sedekah-bumi_gunung jati



salah satu dari 300 peserta karnaval sedekah bumi di gunung jati cirebon.tanggal 31 des 2010

carnaval/arak-arak_an sedekah bumi gunung jati cirebon


juara1 lomba karnaval gunung jati cirebon.

carnaval/arak-arak_an sedekah bumi gunung jati cirebon


karnaval arak-arakan sedekah bumi gunung jati {stana"an} cirebon menampilkan buatan replika dari sesuatu yang unik unik.

Visit CIREBON

Visitor