. "Cirebon Site"
Unduh Adobe Flash player

Sabtu, 24 November 2012

Karnaval sedekah laut (Nadran) Cirebon 2012

Kompleks Pemakaman Sunan Gunung Djati di Desa Astana Kecamatan Gunung jati Kabupaten Cirebon di padati oleh ribuan orang yang menyaksikan karnaval atau arak-arakan yang digelar pada saat tradisi nadran (pesta laut) masyarakat gunung jati cirebon. untuk tahun ini, acara digelar pada hari Jumat ini 23/11/2012 mulai pukul 14.00 hingga pukul 18.00 WIB. Arak-arakan diikuti berbagai desa dari sejumlah kecamatan. Arak-arakan mengambil start dari kompleks Makam Kramat Gunung Djati melewati jalur pantura Cirebon-Indramayu sepanjang hampir 5km. Arus lalu-lintas di ruas jalur ini lumpuh total selama pesta rakyat tersebut berlangsung. Ribuan warga dari berbagai daerah tumpah ruah penasaran ingin menyaksikan jalannya Karnaval ini walau harus rela berjalan kaki sejak pasar celancang akibat macetnya arus kendaraan umum Sepanjang jalan yang dilalui arak-arakan dari Desa Astana hingga depan gedung negara di Krucuk Kota Cirebon, ratusan replika berbagai bentuk binatang, kendaraan dan lain-lain, hasil kreasi masyarakat dari sejumlah kecamatan. Seperti Kecamatan Gunung Jati, Kapetakan, Mundu, Gegesik, Tengah Tani, Suranenggala dan lainnya. Berbagai bentuk kesenian dan budaya juga akan ditampilkan dalam pesta tahunan tersebut. Uniknya kresi yang di buat ini merupakan ukuran yang sangat besar. Berikut beberapa kreasi dari masyarakat yang dibuat pada karnaval nadran 2012 tersebut:


Jumat, 24 Agustus 2012

TRADISI SYAWALAN Di Makam Sunan Gunung Jati Cirebon

Upacara tahlilan/selamatan Sultan Cirebon dan para kerabatnya dengan berpakaian adat kebesaran berkunjung ke makam Gunung Jati Desa Astana (6 Km dari Kota Cirebon), dalam acara ini juga banyak berdatangan para peziarah dari masyarakat Cirebon dan sekitarnya termasuk juga dari berbagai daerah di Pulau Jawa , bahkan luar Jawa.

 Acara Grebeg Syawal yang merupakan tanda selesainya puasa sunnah selama satu minggu setelah perayaan Idul Fitri 1433 H, yang Insya Allah akan dilaksanakan pada hari minggu pagi, 26 Agustus 2012 di makam sunan gunung jati Cirebon. Grebeg syawal merupakan adat masyarakat Cirebon dan sekitarnya yang diadakan setiap tahunsetiap tahun, tepatnya tujuh hari setelah hari raya Idul Fitri. Dalam acara ini pihak Keraton Cirebon mengadakan ziarah ke makam Sunan Gunung jati serta keluarga keraton yang dikebumikan di makam Gunung Jati.

Namun terkadang dari tahun tahun sebelumnya acara yang sakral ini dibesar-besarkan oleh berbagai kalangan yang datang, sehingga unsur religi yang ada di pokok acara seolah-olah tidak nampak. yang terlihat oleh umum hanya segi hura-huranya seperti pedagang yang menjajakan dagangannya serta lainnya, namun itu semua tergantung niat kita.

Kegiatan tersebut biasanya diakhiri dengan tabur bunga di pusara keluarga Keraton baik dari Kesepuhan, Kanoman, Keprabonan dan Kecirebonan.

Sabtu, 18 Agustus 2012

Fakta Unik Tentang Tradisi Lebaran di Dunia

Tradisi mudik bisa dibilang hanya ada di Indonesia. Bagaimana dengan negara muslim lainnya? Lain budaya, lain pula kebiasaan, dalam memeriahkan atau melaksanakan Hari Iedul Fitri. Selama satu bulan lamanya, umat Muslim dunia menjalankan ibadah Ramadhan yang ditutup dengan Shalat Ied, sebagai simbol Kemenangan umat islam. Berikut 7 Tradisi Lebaran di berbagai negara:

1. Indonesia
Umat Islam di Indonesia menjadikan Idul Fitri sebagai hari raya utama, momen untuk berkumpul kembali bersama keluarga, apalagi keluarga yang karena suatu alasan, misalnya pekerjaan atau pernikahan, harus berpisah. Mulai dua minggu sebelum Idul Fitri, umat Islam di Indonesia mulai sibuk memikirkan perayaan hari raya ini, yang paling utama adalah Mudik atau Pulang Kampung, sehingga pemerintah pun memfasilitasi dengan memperbaiki jalan-jalan yang dilalui. Hari Raya Idul Fitri di Indonesia diperingati sebagai hari libur nasional, yang diperingati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia yang memang mayoritas Muslim. Biasanya, penetapan Idul Fitri ditentukan oleh pemerintah, namun beberapa ormas Islam menetapkannya berbeda.
Idul Fitri di Indonesia disebut dengan Lebaran, dimana sebagian besar masyarakat pulang kampung (mudik) untuk merayakannya bersama keluarga. Selama perayaan, berbagai hidangan disajikan. Hidangan yang paling populer dalam perayaan Idul Fitri di Indonesia adalah ketupat, yang memang sangat familiar di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura. Bagi anak-anak, biasanya para orang tua memberikan uang raya kepada mereka. Selama perayaan, biasanya masyarakat berkunjung ke rumah-rumah tetangga ataupun saudaranya untuk bersilaturahmi, yang dikenal dengan “halal bi-halal”, memohon maaf dan keampunan kepada mereka. Beberapa pejabat negara juga mengadakan open house bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi.



2. Turki

Di Turki, Idul Fitri dikenal dengan sebutan Bayram (dari bahasa Turki). Biasanya setiap orang akan saling mengucapkan “Bayramınız Kutlu Olsun”, “Mutlu Bayramlar”, atau “Bayramınız Mübarek Olsun”. Pada Idul Fitri, masyarakat biasanya menggunakan pakaian terbaik mereka (dikenal sebagai Bayramlik) dan saling kunjung mengunjungi ketempat orang-orang yang mereka kasihi seperti keluarga, tetangga, dan teman-teman mereka serta menziarahi kuburan keluarganya yang telah tiada.
Pada masa itu, orang yang lebih muda akan mencium tangan kanan mereka yang lebih tua dan menempatkannya di dahi mereka selagi mengucapkan salam Bayram. Para anak-anak kecil juga biasa mendatangi rumah-rumah disekitar lingkungannya untuk mengucapkan salam, dimana mereka biasanya diberikan permen, cokelat, permen tradisional seperti Baklava dan Lokum, atau sejumlah kecil uang.


3. Arab Saudi

Di Arab Saudi, tepatnya di Riyadh, umat Islam mendekorasi rumah saat Idul Fitri tiba. Sejumlah perayaan digelar seperti pagelaran teater, pembacaan puisi, parade, pertunjukan musik, dan sebagainya. Soal menu Lebaran, umat Islam di sana menyantap daging domba yang dicampur nasi dan sayuran tradisional. Hal ini juga terjadi di Sudan, Suriah, dan beberapa negara Timur Tengah lainnya.



4. Nigeria
Nigeria adalah negara sekuler yang dihuni oleh sejumlah besar umat Islam dan Kristen. Oleh karena itu, sebagian Muslim merayakan perayaan Idul Fitri, dimana banyak pula orang Kristen turut berpartisipasi. Di Nigeria, Idul Fitri dikenal sebagai “Sallah Kecil” dan umumnya orang saling menyapa dengan ucapan tradisional: “Barka Da Sallah,” yang berarti “Salam di Sallah” dalam bahasa Hausa. Umumnya di Nigeria, ketika Ied ditetapkan sebagai hari libur nasional yang ditetapkan selama dua hari. Banyak keluarga Muslim pulang ke kampung halaman masing-masing untuk mengunjungi keluarga dan kerabat.


5. China
Di Republik Rakyat Cina, dari 56 kelompok etnis yang diakui secara resmi, 10 kelompok etnis diantaranya adalah mayoritas beragama Islam. Kelompok-kelompok Muslim ini secara total tercatat berjumlah 18 juta jiwa lebih menurut statistik resmi. Di Cina, tepatnya di Xinjiang, perayaan Lebaran justru tampak meriah. Kaum pria mengenakan jas khas dan kopiah putih, sementara wanita memakai baju hangat dan kerudung setengah tutup. Seusai salat Idul Fitri, pesta makan dan bersilaturahim pun dilakukan. Lebaran atau Iedul Fitri berhak dan ditetapkan sebagai hari libur.
Di propinsi Yunnan, beberapa umat Muslim pada Idul Fitri, mengunjungi makam leluhur dan makam tokoh Muslim setempat. Di sana, mereka akan melakukan pembacaan dari Al Qur’an dan membersihkan makam. Hal ini mengingatkan festival tahunan bersejarah Qingming Cina, di mana orang pergi kuburan nenek moyang mereka, menyapu dan membersihkan daerah itu dan membuat persembahan makanan. Ritual doa ini dilakukan doa khusus untuk menghormati ratusan ribu Muslim tewas selama Dinasti Qing, dan ratusan tewas selama Revolusi Kebudayaan. (**)



6. Amerika Utara
Umat Muslim di Amerika Utara pada umumnya merayakan Idul Fitri dengan cara yang tenang dan khidmat. Pada umumnya, penghujung Ramadan diumumkan via e-mail, website, atau melalui sambungan telepon. Umumnya, keluarga Muslim di Barat akan bangun sangat pagi sekali untuk menyiapkan makanan kecil. Setiap orang didorong untuk berpakaian formal dan baru. Banyak keluarga-keluarga yang memakai pakaian tradisional dari negara mereka, karena kebanyakan Muslim disana ialah imigran. Selanjutnya mereka akan pergi ke majlis yang paling dekat untuk salat. Salat itu bisa diadakan di masjid lokal, ruang pertemuan hotel, gelanggang, ataupun stadion lokal.




Salat Idul Fitri sangat penting, dan umat Muslim didorong untuk salat Id memohon ampunan dan pahala. Setelah salat, ada kutbah dimana imam memberikan nasihat bagi jamaahnya dan biasanya didorong untuk mengakhiri setiap kebencian ataupun kesalahan lampau yang mungkin mereka punya. Setelah salat dan kutbah, para jamaah saling memeluk dan satu sama lain saling mengucapkan selamat Idul Fitri. Muslim di Amerika Utara juga merayakan Idul Fitri dengan cara saling memberi dan menerima hadiah kepada keluarga.
7. Australia
Meskipun Australia sebuah negara non-Muslim dan sekuler, tetapi umat Islam di sini, diberikan ruang kebebasan untuk mempraktikkan agama mereka dengan besar. Banyak perusahaan besar di Australia memberikan libur khusus bagi pegawainya umat Islam untuk mengambil libur Idul Fitri.  Beberapa kota dimana Islam menjadi mayoritas memungkin jalanan umum dipelataran mesjid ditutup ketika Shalat Idul Fitri berlangsung. Sejak tahun 1987, tradisi Idul Fitri di Australia di meriahkan dalam format festival multi kultur yang diselenggarakan di Sydney. Festival ini telah berkembang dengan melibatkan puluhan ribu Muslim dan non-Muslim. Bahkan beberapa tamu penting hingga pejabat negara berkenan hadir sebagai tamu undangan. Sekarang festival ini telah diadopsi di banyak kota di Australia.


Jumat, 17 Agustus 2012

Menuju Kemenangan dengan Jiwa yang Merdeka

Ramadhan 1433 H tahun ini menjadi bulan yang sangat istimewa dengan adanya peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-67 dan hari raya Idul Fitri 1433 H. Dua moment penting ini seakan menjadi pertanda bagi kita untuk melakukan instrospeksi dan mengambil hikmah untuk kehidupan kita yang lebih baik.


Ibadah puasa dan amalan lainnya pada bulan Ramadhan yang kita lewati semoga bisa mengantarkan kita untuk meraih derajat taqwa sebagai hikmah dari kewajiban puasa yang telah Allah titahkan kepada kita. Sebelum bulan istimewa ini benar-benar meninggalkan kita, dan Idul Fitri hadir di tengah-tengah kita, sejatinya kita memperbanyak bertafakur dan melakukan muhâsabah: Apakah kita layak bergembira merayakan Idul Fitri, yang sering dimaknai sebagai ‘kembali ke fitrah’ dan juga sebagai ‘hari kemenangan’? Pertanyaan yang harus dijawab dengan jujur, agar kita meninggalkan bulan Ramadhan ini tanpa kesia-siaan serta merayakan Idul Fitri nanti dengan makna yang sangat berarti.
Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke-67
Tak terasa sudah 67 tahun rakyat Indonesia telah memproklamirkan kemerdekaannya. Membaca catatan sejarahnya, proklamasi kemerdekaan Indonesia 67 tahun lalu diselenggarakan pada bulan Ramadhan.  Sama halnya dengan tahun 2012 ini, perayaan HUT RI ini jatuh  bertepatan dengan bulan Ramadhan 1433 H.
Sejarah telah mengajarkan  bahwa meski kondisi fisik lemah sekalipun, bangsa Indonesia memiliki semangat membara untuk mewujudkan kemerdekaan terlepas dari belenggu penjajahan. Semangat yang lahir atas perasaan yang sama, perasaan ingin bebas dan merdeka.
Begitu pula dengan  puasa, munculnya rasa empati kepada sesama. Rasa empati yang memunculkan solidaritas dan semangat dalam jiwa.
Hari Raya Idul Fitri 1433 H
Tinggal hitungan beberapa hari lagi kita akan merayakan satu hari raya besar bagi umat muslim sedunia, hari dimana manusia kembali ke fitrahnya. Bersih dan suci setelah mengalami gemblengan selama satu bulan penuh di bulan ramadhan. Puasa adalah menahan dan mengendalikan apa yang membatalkan serta mengurangi nilai ibadah puasa. Sedangkan merdeka adalah suatu kondisi merasa bebas dan tidak terikat oleh suatu beban atau belenggu. Lantas apa kaitan puasa dengan kemerdekaan?
Meski ada kemungkinan umat islam di Indonesia merayakan Idul Fitri tidak secara bersamaan, namun hendaknya perbedaan ini dapat mendewasakan kita dan menjadikannya sebagai rahmat. Juga Bangsa Indonesia yang akan memperingati HUT kemerdekaannya yang ke -67, semoga dapat menjadi bangsa yang lebih berbudaya, maju, dan sejahtera rakyatnya. Dirgahayu Republik Indonesia ke-6.
Dengan jiwa yang berkobar dengan semangat Kemerdekaan, Mari kita menuju kemenangan agar kembali fitrah.

Kamis, 16 Agustus 2012

Adakah Dalil tentang Imsak ?

APA yang biasanya diingat dan dinanti sepanjang bulan Ramadhan? Betul, adzan Maghrib. Tapi satu hal lain lagi adalah imsak. Ya, antara imsak dan Maghrib sudah seperti ‘saudara’. Keduanya selalu beriringan. Imsak sebagai awal puasa dan Maghri akhir puasa kita dalam waktu seharian. Untuk soal Maghrib agaknya kita tidak banyak menemui ‘masalah’. Adzan, ya sudah selesai puasa kita. Berbeda dengan imsak. Banyak pandangan tentang hal ini.

Kolom “Imsak” ini biasanya tertulis waktu sepuluh menit sebelum waktu azan subuh. Misalkan waktu subuh jam 05:05, maka waktu Imsak adalah jam 04:55. Imsak sendiri artinya adalah ‘menahan’ (dari makan dan minum dan segala yang membatalkan puasa).

Dalam praktik di waktu sahur, waktu imsak ini biasanya ditandai dengan bunyi sirine, dentuman meriam, tabuhan beduk dan lain sebagainya. Dalam pemahaman awam, hal ini berarti bahwa seseorang yang mau puasa harus berhenti makan dan minum pada pukul 04:55 tersebut. Haram makan dan minum kalau sudah masuk waktu imsak. Ada pula yang berkeyakinan makruh.

Jika kita bertanya, apakah imsak seperti ini ada dalilnya dalam Al-Qur’an maupun Sunnah? Ternyata jawabnya tidak ada. Orang membuat imsak beberapa menit sebelum azan subuh ini semata-mata dengan alasan ‘demi kehati-hatian’ dalam puasa. Tidak ada dalil dari al-Qur’an dan Sunnah sama sekali! Pendapat yang menjadi pegangan orang dalam hal ini adalah perkataan Syaikh Rasyid Ridha dalam tafsir Al-Manar, di mana beliau menyebutkan bahwa seseorang harus imsak sekitar 20 menit sebelum subuh untuk kehati-hatian (ihtiyathi) dalam berpuasa. Namanya pendapat, tentu masih bisa dipersoalkan…

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya tentang perihal imsak ini, dan beliau menjawab (Fatawa al-Islâm: 2/126): “… Perbuatan ini (imsak beberapa menit sebelum azan) merupakan perbuatan bid’ah, tidak ada dasarnya dalam sunnah, bahkan sangat bertentangan dengan sunnah. Sebab Allah Swt telah menegaskan dalam al-Qur’an: “… Dan makan serta minumlah sampai nampak jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa kalian sampai datang malam hari…” (Q.S Al-Baqarah:187).

Dalam hadits diberitakan, bahwa pada masa Rasulullah Saw, tidak pernah diperintahkan untuk imsak kecuali kalau azan subuh sudah dikumandangkan. Seperti diketahui, bahwa azan subuh pada zaman Rasul dikumandangkan 2 kali, menjelang subuh dan saat masuknya subuh. Azan pertama dikumandangkan oleh Bilal bin Rabah untuk membangunkan dan mengingatkan orang-orang, sedangkan azan kedua dikumandangkan oleh Ibnu Ummi Maktum. Dalam hadits diriwayatkan:

Artinya: “Dari Ibnu Umar r.a berkata: Rasulullah SAW memiliki 2 orang muadzin, yaitu Bilal dan Ibnu Ummi Maktum yang buta. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Bilal adzan pada waktu malam, maka makan dan minumlah sampai Ibnu Ummi Maktum adzan. (Ibnu Umar r.a berkata) : Tidaklah di antara keduanya kecuali yang ini turun sedangkan yang satunya naik (jarak dua azan itu sebentar saja)“. (H.R Muslim)

Rabu, 15 Agustus 2012

Tips Saat Mudik Lebaran

Mudik dalam setiap menjelang perayaan Idul Fitri atau Lebaran sudah menjadi tradisi di Indonesia sejak lama. Pulang kampung dan bersilaturahmi dengan sanak saudara telah menjadi suatu kewajiban bagi setiap orang yang merantau di kota lain. Tapi perlu dipahami bahwa perjalanan mudik tidaklah semudah yang dibayangkan, apalagi bagi yang menempuh perjalanan jauh lintas propinsi dan lintas pulau. Oleh karena itu ada banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum anda melakukan perjalanan mudik pulang kampung, antara lain adalah:

  • Sebelum meninggalkan rumah tanpa penghuni dalam jangka waktu lama sebaiknya melepaskan regulator kompor gas dari tabung dan menyimpan tabung yang masih berisi gas tersebut ditempat yang sejuk seperti kamar mandi.
  • Matikan dan lepas colokan listrik semua peralatan elektronik dari terminal stop kontak dan simpan ditempat yang aman. Hal itu untuk mengantisipasi bahaya hubungan singkat yang dapat menyebabkan kerusakan peralatan elektronik bahkan kebakaran. Selain itu dengan menyimpan ditempat aman seperti di kamar gunanya untuk meminimalisir kehilangan barang akibat pencurian. 
  • Pastikan semua jendela dan pintu rumah terkunci dengan benar. 
  • Stamina yang prima dibutuhkan bagi pemudik khususnya yang akan menempuh perjalanan jauh terutama bagi pengemudi kendaraan. 
  • Bawa makanan dan minuman secukupnya sebelum melakukan perjalanan karena tidak semua jalur yang dilewati bisa dipastikan terdapat warung/toko. 
  • Handphone sebagai alat komunikasi vital yang sangat dibutuhkan pada kondisi tertentu/darurat, oleh karena itu perlu diantisipasi dengan menggunakan simcard beda operator sebagai cadangan apabila nomor utama yang dimiliki mengalami hilang sinyal/blank spot. Selain itu akan lebih bijaksana lagi apabila membawa baterei cadangan karena tidak setiap tempat yang dilewati memungkinkan untuk melakukan isi ulang baterei handphone.
  • Jika tubuh mengalami kelelahan selama perjalanan terutama bagi pengemudi sangat disarankan beristirahat sejenak untuk memulihkan kondisi badan agar kembali fit dengan memanfaatkan pos-pos yang dapat dijumpai di berbagai tempat khususnya di jakur-jalur mudik. Bahkan kalau perlu istirahat di penginapan, istirahat yang cukup akan sangat berharga sekali terutama demi keselamatan di jalan. 

Akibat terlalu padatnya lalu lintas pada saat menjelang lebaran sangat disarankan untuk mengambil jalur/jalan alternatif agar tidak terlalu sering terkena kemacetan

RAHASIA DI BALIK ADZAN SHUBUH

MISTERI DI BALIK ADZAN SHUBUH - apa sebab Allah swt memerintahkan kita bangun pagi dan shalat subuh? Dan mengapa dalam adzan subuh terdengar kalimat yang berbeda, kalimat yang tidak ada pada azan di lain waktu.

“ash shalaatu khairun minan naum“

shalat (pada saat) itu lebih baik dari pada tidur".

Jika kita terjemahkan, akan berarti Sholat itu Lebih Baik Daripada Tidur. Tetapi coba perhatikan baik baik. Mengapa kalimat itu hanya dikumandangkan saat adzan subuh saja?

Dalam kalimat itu Allah swt ternyata sedang memberikan isyarat kasih sayangnya pada kaum muslimin, sebuah isyarat yang sering kita abaikan maknanya, yang jika kita tangkap isyarat itu kira kira akan berbunyi seperti ini

"Subhanallah Laa Khaula Wa Laa Quwwata Illa Billaah

Lalu mengapa isyarat itu justru dikumandangkan hanya pada shalat subuh, tatkala kita semua sedang terlelap, dan bukan pada adzan untuk shalat lain?



Pada studi MILIS, studi GISSI 2 dan studi-studi lain di luar negeri, yang dipercaya sebagai suatu penelitian yang shahih mendapati sebuah kesimpulan jika puncak terjadinya serangan jantung sebagian besar dimulai pada jam 6 pagi sampai jam 12 siang.

Mengapa demikian? Karena pada saat itu sudah terjadi perubahan pada sistem tubuh dimana terjadi kenaikan tegangan saraf simpatis (istilah Cina:Yang) dan penurunan tegangan saraf parasimpatis (YIN).

Tegangan simpatis yang meningkat akan menyebabkan kita siap tempur, tekanan darah akan meningkat, denyutan jantung lebih kuat dan sebagainya.

Pada tegangan saraf parasimpatis yang meningkat maka terjadi penurunan tekanan darah, denyut jantung kurang kuat dan ritmenya melambat. Terjadi peningkatan aliran darah ke perut untuk menggiling makanan dan berkurangnya aliran darah ke otak sehingga kita merasa mengantuk, pokoknya yang cenderung kepada keadaan istirahat.

Pada pergantian waktu pagi buta (mulai pukul 3 dinihari) sampai siang itulah secara diam-diam tekanan darah berangsur naik, terjadi peningkatan adrenalin yang berefek meningkatkan tekanan darah dan penyempitan pembuluh darah (efek vasokontriksi) dan meningkatkan sifat agregasi trombosit (sifat saling menempel satu sama lain pada sel trombosit agar darah membeku) walaupun kita tertidur.

Aneh bukan? Hal ini terjadi pada semua manusia, setiap hari termasuk anda dan saya maupun bayi anda. Hal seperti ini disebut sebagai ritme Circardian/Ritme sehari-hari, yang secara kodrati diberikan Allah swt kepada manusia.

Furgot dan Zawadsky pada tahun 1980 dalam penelitiannya mengeluarkan sekelompok sel dinding arteri sebelah dalam pada pembuluh darah yang sedang diselidikinya (dikerok). Pembuluh darah yang normal yang tidak dibuang sel-sel yang melapisi dinding bagian dalamnya akan melebar bila ditetesi suatu zat kimia yaitu: Asetilkolin.

Pada penelitian ini terjadi keanehan, dengan dikeluarkannya sel-sel dari dinding sebelah dalam pembuluh darah itu, maka pembuluh tadi tidak melebar kalau ditetesi asetilkolin.

Penemuan ini tentu saja menimbulkan kegemparan dalam dunia kedokteran. “Jadi itu toh yang menentukan melebar atau menyempitnya pembuluh darah, sesuatu penemuan baru yang sudah sekian lama, sekian puluh tahun diteliti tapi tidak ketemu”.

Penelitian itu segera diikuti penelitian yang lain diseluruh dunia untuk mengetahui zat apa yang ada didalam sel bagian dalam pembuluh darah yang mampu mengembangkan/melebarkan pembuluh itu. Dari sekian ribu penelitian maka zat tadi ditemukan oleh Ignarro serta Murad dan disebut NO/Nitrik Oksida.

Ketiga penelitian itu Furchgott dan Ignarro serta Murad mendapat hadiah NOBEL tahun 1998.

Zat NO selalu diproduksi, dalam keadaan istirahat tidur pun selalu diproduksi, namun produksi dapat ditingkatkan oleh obat golongan Nifedipin dan nitrat dan lain-lain tetapi juga dapat ditingkatkan dengan bergerak, dengan olahraga.

Efek Nitrik oksida yang lain adalah mencegah kecenderungan membekunya darah dengan cara mengurangi sifat agregasi/sifat menempel satu sama lain dari trombosit pada darah kita.

Jadi kalau kita kita bangun tidur pada pagi buta dan bergerak, maka hal itu akan memberikan pengaruh baik pada pencegahan gangguan kardiovaskular.

Naiknya kadar NO dalam darah karena exercise yaitu wudhu dan shalat sunnah dan wajib, apalagi bila disertai berjalan ke mesjid merupakan proteksi bagi pencegahan kejadian kardiovaskular.........tanpa manusia menyadarinya.

Selain itu patut dicatat bahwa pada posisi rukuk dan sujud terjadi proses mengejan, posisi ini meningkatkan tonus parasimpatis (yang melawan efek tonus simpatis). Dengan exercise tubuh memproduksi NO untuk melawan peningkatan kadar zat adrenalin di atas yang berefek menyempitkan pembuluh darah dan membuat sel trombosit darah kita jadi bertambah liar dan saling merangkul.


Allah, sudah sejak awal Islam datang menyerukan shalat subuh. Hanya saja Allah tidak secara jelas menyatakan manfaat akan hal ini karena tingkat ilmu pengetahuan manusia belum sampai dan masih harus mencarinya sendiri walaupun harus melalui rentang waktu ribuan tahun.

Petunjuk bagi kemaslahatan umat adalah tanda kasihNya pada hambaNya. Bukti manfaat instruksi Allah baru datang 1400 tahun kemudian. Allahu Akbar.

Visit CIREBON

Visitor